Toyota Land Cruiser Baru Akan Punya Torsi Melimpah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain awal Toyota Land Cruiser terbaru. Sumber: carsensor.com

    Desain awal Toyota Land Cruiser terbaru. Sumber: carsensor.com

    TEMPO.CO, JakartaToyota Land Cruiser telah lama belum mendapat penyegaran. Kabarnya, tahun ini Toyota masih mengerjakan model baru. Sean Hanley, wakil presiden penjualan dan pemasaran untuk Toyota Australia mengatakan model baru Toyota Land Cruiser 300 Series sedang digarap.

    Dalam sebuah wawancara dengan CarAdvice, Sean Hanley mengatakan, "Tentu, pengembangan Land Cruiser Seri 300 sedang mengalami kemajuan, tetapi masih terlalu dini untuk membicarakannya. Tidak ada keraguan mobil ini akan memberikan torsi yang lebih tinggi dari model saat ini."

    Soal kemungkinan mobil ini meluncur di tahun ini, Sean enggan memastikan. "Hanya saja, Toyota terus berusaha mempercepat proses karena banyak penggemar yang menunggu."

    Meskipun belum ada spesifikasi yang diungkap, CarAdvice menyebut mesin lawas V8 bensin dan diesel akan ditinggalkan. Sean menjelaskan bahwa mesin hybrid yang menggabungkan mesin V6 + motor listrik akan dikembangkan, turbo diesel V6, dan mesin twin turbo V6 akan tersedia.

    Sean Hanley menjelaskan, "Sekitar 2025, jajaran Toyota dan Lexus di seluruh dunia akan menggunakan powertrain listrik seperti PHV dan hibrida." Kombinasi hibrida mungkin hampir paling banyak. Caradvice menduga mesin hibrida mengadopsi powertrain yang menggabungkan mesin 3.5 LV 6 silinder + motor listrik yang diadopsi untuk Lexus LS500h yang akan dipakai.

    Soal mesin diesel, masih ada kemungkinan digunakan dengan konsep hibrida diesel yang menggabungkan mesin diesel turbo dan motor listrik. Beberapa negara aturan emisi masih sedikit longgar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.