Penjualan Mobil di Asia Tenggara Melorot, Negara Ini Tertinggi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proses pembuatan Isuzu Traga di Pabrik Izuzu, Karawang, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Mobil ini diproduksi di Karawang, Jawa Barat, diekspor dengan konfigurasi sesuai permintaan negara tujuan.  TEMPO/Subekti.

    Pekerja menyelesaikan proses pembuatan Isuzu Traga di Pabrik Izuzu, Karawang, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Mobil ini diproduksi di Karawang, Jawa Barat, diekspor dengan konfigurasi sesuai permintaan negara tujuan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar kendaraan roda empat di Asia Tenggara tercatat sebesar 3,45 juta unit sepanjang 2019. Realisasi itu turun 2,9 persen dibandingkan pasar mobil di regional tersebut pada 2018.

    Melambatnya penjualan di Indonesia dan Thailand menjadi salah satu penyebab penurunan volume penjualan kendaraan di Asia Tenggara. Data Asia Tenggara Automotive Federation (AAF) mencatat Indonesia masih menjadi pasar terbesar di industri otomotif, mengalahkan Thailand. Penjualan kendaraan di Tanah Air sepanjang 2019 sebanyak 1,03 juta, sedangkan di Thailand sebanyak 1,01 juta.

    Penjualan kendaraan di kedua negara yang menjadi pasar kendaraan terbesar di Asia Tenggara ini sama-sama melambat. Sepanjang 2019, penjualan di Indonesia anjlok 10,5 persen, sementara di Negeri Gajah Putih turun 3,3 persen dibandingkan 2018.

    Negara Asia Tenggara lain yang juga mengalami perlambatan penjualan kendaraan roda empat adalah Singapura sebesar 5,1 persen atau sebanyak 90.429 unit.

    Kondisi sedikit berbeda terjadi di Vietnam yang sepanjang 2019 mencatatkan pertumbuhan penjualan 11,7 persen atau sebanyak 322.322 unit. Pertumbuhan penjualan kendaraan di Negeri Paman Ho itu menjadi yang tertinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.

    Adapun, industri otomotif Vietnam pada tahun lalu kedatangan merek lokal yakni VinFast yang disebut-sebut mendapat sambutan positif di pasar domestik Vietnam.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.