Sosok Mobil Cina Chery Masuk ke AS Menggarap Segmen Premium

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SUV Vantas yang mengambil basis dari mobil Cina Chery. Sumber: carscoops.com

    SUV Vantas yang mengambil basis dari mobil Cina Chery. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - HAAH Automotive Holdings, salah satu produsen otomotif baru mulai masuk ke Amerika dengan membawa Vantas sebagai produk menggarap pasar SUV mewah. Karena membangun model baru mahal dan butuh waktu, perusahaan ini menggandeng Chery untuk mengadopsi platform Exeed.

    Dalam sejumlah gambar menunjukkan crossover Vantas yang akan datang akan menjadi versi badge-engineered Exeed TX atau TXL. Tidak ada penjelasan soal spesifikasi yang baru hanya saja Exeed TX memiliki mesin bensin 1.6 liter turbocharged yang menghasilkan tenaga 194 hp dan torsi 290 Nm. Mesin ini mengandalkan transmisi otomotis tujuh kecepatan yang mengirimkan daya ke sistem penggerak semua roda yang aktif.

    TX juga memiliki lampu LED, sunroof kaca panoramik, dan sistem entri pasif. Kemudian klaster instrumen digital 10,25 inci, sistem infotainmen 10,25 inci dan sistem navigasi augmented reality. Fitur lainnya teknologi pengenalan suara, tombol pengapian dan pelapis kulit Nappa.

    TX juga mengadopsi sistem bantuan mengemudi seperti cruise control adaptif, pemantauan blind spot, dan sistem peringatan benturan ke depan dengan pengereman darurat otomatis.

    CEO HAAH Duke Hale mengatakan Vantas akan menggabungkan sejumlah teknologi baru dari mitra Cina, termasuk 'Intelligent Connected' untuk berbagai macam teknologi bantuan keselamatan dan pengemudi, berbagai aspek mengemudi secara otonom dan, dalam masa depan, kendaraan energi baru. "Kendaraan Vantas akan menawarkan lebih banyak pilihan dalam kategori premium untuk konsumen AS dan Kanada dengan keamanan, kualitas, dan keandalan yang sangat baik."

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.