Suzuki Jelaskan Zat Pelindung Khusus dalam Pelumas Ecstar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki meluncurkan pelumas baru dengan label Ecstar.

    Suzuki meluncurkan pelumas baru dengan label Ecstar.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan pelumas Ecstar pada 4 Februari 2020. Pelumas ini memiliki spesifikasi SAE 0W-20 SN.

    Spesifikasi tersebut merupakan standar kualitas oli tertinggi yang diakui API atau American Petroleum Standard. Ecstar 0W-20 SN sangat kompetitif dibanderol dengan harga Rp 95 ribu per liter yang telah tersertifikasi SN.

    Spare Part Dept Head PT SIS Ignatius Ratrianto menyampaikan bahwa pelumas Ecstar memiliki kandungan molybdenum sebagai friction modifier yang membentuk lapisan di atas permukaan metal dalam mesin.

    “Kandungan ini memiliki fungsi untuk mengurangi gesekan sehingga kinerja mesin lebih optimal dan hemat bahan bakar,” kata Ratrianto, Rabu, 12 Februari 2020.

    Ratrianto menjelaskan bahwa pelumas Ecstar secara bertahap akan menggantikan pelumas Suzuki Genuine Oil (SGO) yang selama ini beredar di Indonesia.

    “Pelumas SGO saat ini sudah ditest dan disetujui oleh Suzuki Motor Corporation (SMC) untuk memakai brand Ecstar,” kata dia. “Menandakan pelumas ini telah memenuhi standar internasional yang digunakan Suzuki di seluruh dunia.”

    Ratrianto menambahkan bahwa pelumas Ecstar dapat digunakan pada mobil Suzuki keluaran tahun 2012 ke atas. “Untuk mobil Suzuki tahun produksi di bawah 2012, masih menggunakan pelumas SGO (Suzuki Genuine Oil). Pelumas ini nantinya akan digantikan oleh Ecstar,” ujar dia.

    Pabrikan otomotif umumnya menyediakan pelumas dengan brand khusus untuk memenuhi kebutuhan perawatan produknya. Selain Suzuki dengan pelumas Ecstar, Daihatsu juga menyediakan pelumas untuk mobilnya dengan merek Daihatsu Genuine Oil, lalu Toyota dengan merek Toyota Motor Oil, Mitsubishi dengan Mitsubishi Motors Genuine Oil, dan sebagainya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.