20 Brand Ramaikan IIMS 2020, Ada Penyanyi Kelas Dunia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung IIMS 2019 ramai di akhir pekan. Sabtu, 27 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Pengunjung IIMS 2019 ramai di akhir pekan. Sabtu, 27 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pameran otomotif Indonesia International Motor Show atau IIMS 2020 akan kembali menghadirkan kejutan di JIExpo Kemyiran pada 9 - 19 April 2020. Sekitar 20 brand sudah dipastikan ikut. Sisanya diharapkan menyusul.

    "Jumlahnya belum final, masih ada beberapa brand lagi yang belum bisa kami umumkan demi menghormati timeline promo masing-masing merek," ujar Presiden Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, Rabu, 12 Februari 2020.

    Adapun merek yang memastikan diri ikut adalah BMW, DFSK, Honda, Hyundai, Mazda, Mini, Mitsubishi, Nissan, Suzuki, Toyota, dan Wuling. Sedangkan untuk merek roda dua, sudah ada Kawasaki, AHM, Benellu, Electro, Kawasaki, Kymco, Royal Enfield, Viar, dan Yamaha.

    IIMS tak hanya dikenal sebagai pameran yang menghadirkan produk otomotif terbaru. Tapi juga berbagai gelaran hiburan dengan menghadirkan pesohor, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

    Program acaranya bertajuk Infinite Live yang akan tampil di area outdoor seluar 8.000 meter persegi. Konsep acara ini juga akan dikemas dengan menggabungkan unsur entertainment, experience, dan otomotif.

    Tahun ini, rencananya akan kembali menghadirkan musisi dari luar, seperti pada IIMS 2015 yang mengundang Ariana Grande. Adapun artis lokal yang sudah dipastikan adalah NTRL dan Reality Club.

    "Tahun ini kelasnya kira-kira seperti Blink 182 lah. Nanti tunggu saja akan kami umumkan," ujar Kohen sapaan akrab Hendra.

    Tak hanya itu, di pameran otomotif IIMS 2020 juga ada program Indonesia Boating Gathering di Hall B3. Program ini merupakan pameran kapal wisata dan pariwisata bahari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.