Daftar Harga Suzuki Jimny 2020, Mulai Rp 347,5 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Jimny resmi diluncurkan untuk pasar Indonesia di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Suzuki Jimny resmi diluncurkan untuk pasar Indonesia di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Minat pasar Indonesia terhadap produk All New Suzuki Jimny, yang dipasarkan PT Suzuki Indomobil Sales, terbilang tinggi.

    Animo masyarakat terhadap produk generasi keempat dari salah satu mobil legendari di Indonesia ini masih tinggi. Hal itu terbukti dengan arus pemesanan Jimny yang masih mengalir kendati periode inden atau waktu tunggunya terbilang lama.

    Suzuki Indomobil Sales bahkan mesti menghentikan sementara pemesanan Jimny lantaran  inden untuk memiliki produk tersebut bisa mencapai 4 hingga 10 tahun. Pasalnya, pasar Indonesia hanya mendapatkan jatah 40 - 50 unit sebulan untuk mobil ikonis tersebut.

    Dikutip dari laman Suzuki.co.id, Jimny dipasarkan dalam empat varian dengan harga on the road (OTR) per Februari 2020 berkisar Rp347,5 juta – Rp362 juta. Produk ini ditawarkan dalam beberapa pilihan warna.

    Untuk varian single tone transmisi manual (manual transmission/MT), Jimny dibanderol harga Rp347,5 juta. Harga Suzuki Jimny single tone untuk transmisi otomatis (automatictransmission/AT) mencapai Rp360 juta.

    Model Jimny untuk varian two tone MT dipasarkan dengan harga Rp349,5 juta , sedangkan untuk two tone AT mencapai Rp362 juta.

    Produk Suzuki yang masih didatangkan secara utuh dari Jepang ini secara resmi dirilis dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. 

    Kala itu, Suzuki Jimny dipasarkan seharga mulai Rp315,5 juta untuk single tone MT, Rp317,5 juta untuk varian two tone MT, Rp328 juta untuk single tone AT, dan Rp330 juta untuk two tone AT.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.