Penjualan Mobil di Cina Terus Merosot saat Virus Corona Mewabah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan mobil otonom di Changsa, Provinsi Hunan, Cina Tengah. Mobil yang disebut Robo Taxi ini diluncurkan Baidu dan FAW Hongqi pada September 2019. (WeChat account baiduidg/China Daily)

    Deretan mobil otonom di Changsa, Provinsi Hunan, Cina Tengah. Mobil yang disebut Robo Taxi ini diluncurkan Baidu dan FAW Hongqi pada September 2019. (WeChat account baiduidg/China Daily)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil di Cina dilaporkan melambat pada Januari, di tengah wabah virus corona. Seperti dilansir dari China Daily, yang merujuk data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM).

    Negera berjuluk Tirai Bambu ini telah menjual 1,941 juta unit kendaraan bulan Januari. Angka itu turun sekitar 18 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    Jumlah kendaraan yang keluar juga baru mencapai 1,783 juta unit. Dimana angka itu juga turun 24,6 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    Adapun penjualan dan produksi kendaraan penumpang masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 20,2 persen dan 27,6 persen.

    Begitupun penjualan kendaraan energi baru (mobil ramah lingkungan) merosot sekitar 54,4 persen. Sementara produksi juga turun 55,4 persen.

    Sebagai tambahan, Nissan Motor Co akan menghentikan produksi di Kyushu, Jepang, karena virus corona. Produsen mobil Jepang itu disebut bergantung pada pasokan suku cadang dari Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.