Januari 2020 Penjualan Toyota Indonesia Turun 3,7 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Avanza Veloz di pameran GIIAS 2019. 27 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota Avanza Veloz di pameran GIIAS 2019. 27 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) mencatatkan penurunan kinerja penjualan kendaraan bermotor pada awal tahun ini.

    Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmy Suwandi mengatakan TAM hanya berhasil menjual 24.119 unit pada Januari 2020. Sementara itu berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada tahun sebelumnya, Toyota berhasil menjual 25.405 unit mobil.

    “Dibanding tahun lalu [penjualan] turun 3,7 persen,” kata Anton kepada Bisnis.com, Senin, 17 Februari 2020. 

    Mobil di kelas low multi purpose vehicle (LMPV) seperti Avanza dan Innova, kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) Calya, dan kelas low sport utility vehicle (LSUV) Toyota Rush menjadi penyumbang terbesar dalam penjualan Toyota pada Januari 2020.

    Sayangnya, Anton belum merinci berapa detail kontribusi penjualan Avanza, Innova, Calya, dan Rush terhadap kinerja penjualan Toyota pada Januari 2020 secara keseluruhan.

    Anton mengatakan kinerja Toyota tidak jauh berbeda dengan pasar otomotif secara keseluruhan. Tercatat sepanjang Januari 2020 pasar otomotif memang mengalami pelambatan dalam hal kinerja penjualan.

    Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan secara kendaraan roda empat secara wholesales pada Januari 2020 hanya sejumlah 79.983 unit. Angka itu menurun sebesar 2,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan penjualan secara wholesales sebanyak 82.155 unit.

    Menurut dia penurunan ini terjadi karena terjadi karena bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah Jabodetabek. Dia mengatakan tidak ada penyebab penurunan penjualan lainnya.

    “Tidak ada hal khusus saya lihat di Januari 2020 kecuali isu banjir mirip dengan market,” tutur Anton.

    Dia berharap penjualan kendaraan roda empat dapat membaik pada kuartal I 2020. Tercatat pada kuartal I (Januari-Maret) 2019 penjualan secara wholesales kendaraan roda empat mencapai 254.332 unit. Jumlah itu menurun 12,87 persen dibanding kuartal I 2018 yang berjumlah 291.929 unit.

    Secara tahunan dia memproyeksi pasar dapat tumbuh sebesar 3 persen sepanjang 2020. Hanya saja, kata dia, semua pihak perlu mewaspadai dampak virus Corona terhadap ekonomi.

    “Secara umum, harapannya masih bisa lebih baik dibanding tahun lalu. Tapi ada concern mengenai dampak virus terhadap ekonomi dan lain-lain, ini perlu dipelajari lebih lanjut,” katanya.

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.