Alasan Mandiri Utama Finance Belum Terima Pembiayaan Mobil Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Wuling termasuk yang paling ramai dikunjungi selama pameran otomotif GIIAS 2019, di ICE, BSD City, Tangerang, 18-28 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Booth Wuling termasuk yang paling ramai dikunjungi selama pameran otomotif GIIAS 2019, di ICE, BSD City, Tangerang, 18-28 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mandiri Utama Finance (MUF) menargetkan Rp 8,8 miliar pembiayaan kendaraan bermotor dan multiguna pada tahun 2020. Sayangnya, anak perusahaan Bank Mandiri ini masih membatasai pembiayaan mobil dengan merek yang berasal dari Cina dan Korea Selatan.

    "Sementara ini (MUF) belum membiayai mobil dari Cina dan Korea, karena kami masih ingin melihat resale value dari merek-merek tersebut," ujar Direktur Utama MUF, Stanley S Atmadja seusai Rapat Umum Pemegang Saham di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 17 April 2020.

    Nilai jual kembali, kata Stanley, harus sudah terbentuk dan memiliki statistik harga yang bisa diantisipasi. Merek-merek Cina dan Korea yang relatif masih baru dianggap belum memenuhi standar dari MUF.

    "Jadi untuk sementara kami masih konsentrasi dengan major brand dan beberapa merek Eropa," ujarnya.

    MUF sendiri diketahui memiliki beragam produk pembiayaan yang didominasi oleh sektor kendaraan bermotor. Mulai dari mobil baru, mobil bekas, motor baru, motor bekas, multiguna, dan pinjaman syariah. Untuk tahun 2020, MUF juga optimistis bisa mencapai target Rp 8,8 triliun dana pembiayaan. Dari total kucuran itu, MUF menargetkan laba sebesar Rp 58 miliar.

    Sebagai tambahan, industri otomotif Tanah Air saat ini sudah diramaikan dengan sederet merek dari Cina, Korea Selatan, dan India. Sebut saja, Wuling, DFSK, Mahindra, KIA Motors, Hyundai, dan lain sebagainya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.