Daimler Bawa Dua Truk Model Baru di GIICOMVEC 2020

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes Benz resmi meluncurkan Arocs 4042 K, di ajang Indonesia Mining Expo, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu 13 September 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    Mercedes Benz resmi meluncurkan Arocs 4042 K, di ajang Indonesia Mining Expo, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu 13 September 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    TEMPO.CO, Jakarta - Daimler Commercial Vehicle Indonesia akan menghadirkan dua produk baru di ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo atau GIICOMVEC 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), pada 5-8 Maret 2020.

    "Produk barunya truk dengan kode sasis 2536A 4x4 (Arocs) dan 3242 LS (Actros)," kata Presiden Direktur Daimler Commercial Vehicle Indonesia, Jung Woo Park, Selasa, 18 Februari 2020.

    Kedua model itu disebut baru pertama kali masuk ke Indonesia dan akan langsung mejeng GIICOMVEC 2020. Selain itu ada juga produk lama yang akan tetap dipajang yakni Bus Mercedes-Benz OH 1626 berbalut Karoseri Laksana dan Tentrem.

    Tak hanya itu, ada juga produk update yang datang dari jenis truk dengan kode sasis 2528 CH (Axor). Truk Axor 2528 CH akan hadir dengan varian Bogie Suspension 6x2 Rigid dan Hub-reduction 6x4 model tipper.

    Bogie Suspension sendiri merupakan fitur terbaru dari Mercedes-Benz dikembangkan secara khusus untuk kebutuhan pelanggan Indonesia. Fitur-fitur terbaru ini diharapkan bisa meningkatkan volume penjualan bus dan truk Mercedes-Benz di Indonesia.

    "Axor nanti pakai bogie suspension, yang parabola terbalik itu lebih tebal sebagai pengganti balancer," kata dia.

    Sementara untuk truk Daimler bertenaga listrik, DCVI memastikan tidak akan membawa produknya. Alasannya, kendaraan EV niaga belum bisa karena infrastruktur belum memadai. "Sebenarnya ada eActros dan bus eCitaro tapi tidak dibawa," ucap Jung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.