Ini Perbedaan Peugeot 3008 dan 5008 GT Line dengan Allure Plus

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peugeot 5008 Allure Plus. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Peugeot 5008 Allure Plus. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Solo - Mobil Peugeot 3008 dan 5008 Allure Plus ternyata memiliki perbedaan dengan pendahulunya yakni tipe GT Line. Meski jika dilihat dengan kasat mata, bentuk luar dari kedua mobil tidak jauh berbeda.

    "Ada perbedaan antar Peugeot 3008 dan  5008 GT Line dengan Allure Plus, perbedaan yang mencolok terdapat pada fitur-fitur dari kedua mobil tersebut," kata National Technical Advisor PT Astra Peugeot Indonesia, Samsudin, saat media test drive Peugeot 3008 dan 5008 Allure Plus di Solo, Selasa 18 Februari 2020.

    Menurut Samsudin yang sangat jelas perbedaan ada di tipe 5008, untuk di GT Line memiliki Parking Assist, sedangkan di 5008 Allure Plus tidak ada tetapi digantikan navigation yang terhubung dengan instrumen cluster.

    "Di tipe 3008 Allure plus juga ada tapi hanya ada di display tengah tidak di speedometer, kemudian fitur blind spot di GT Line tidak ada, kalau di Allure Plus ada," ujarnya.

    Selain fitur tersebut, lanjut Samsudin, ada pula fitur active line departure warning sistem, yang mana kalau di GT Line hanya bunyi peringatan dan simbol di layar speedometer.

    "Kalau di Allure Plus ini benar- benar active, ada tanda di speedometer dan kemudi akan bergerak sendiri untuk kembali ke posisi semula apabila kita melewari garis putus-putus tidak menggunakan lampu sign (marka jalan)," kata dia.

    Untuk konsumsi bahan bakar, Peugeot 3008 dan 5008 Allure Plus menggunakan jenis bahan bakar RON 98.

    "Melihat konsumsi bahan bakar di trip meter 10/100 kilometer. Kalau untuk eksterior tidak jauh berbeda dengan GT Line, memang yang paling berbeda di fitur kedua mobil," tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.