2040 Singapura Hapus Kendaraan Bahan Bakar Fosil

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Singapura luncurkan program car sharing pertama berbasis mobil listrik yang akan dilakukan dalam skala besar. BlueSG, nama mobil itu merupakan sebuah unit dari perusahaan Prancis, Bollore Group. 12 Desember 2017. (Reuters)

    Singapura luncurkan program car sharing pertama berbasis mobil listrik yang akan dilakukan dalam skala besar. BlueSG, nama mobil itu merupakan sebuah unit dari perusahaan Prancis, Bollore Group. 12 Desember 2017. (Reuters)

    TEMPO.CO, Singapura - Singapura berencana menghapus kendaraan bensin dan diesel mulai tahun 2040. Negara berjuluk The Little Red Dot ini akan mendorong mobil listrik sebagai bagian dari upaya untuk melawan perubahan iklim.

    "Visi kami adalah menghapuskan ICE (mesin pembakaran internal) kendaraan dan membuat semua kendaraan menggunakan energi yang lebih bersih pada tahun 2040," kata Menteri Keuangan Singapura, Heng Swee Keat, seperti dilansir dari Reuters, Selasa 18 Februari 2020.

    Negara dengan 5,7 juta penduduk ini menyusul Norwegia, Inggris, dan sejumlah negara yang telah mematok target pembatasan penggunaan kendaraan dengan mesin konvensional.

    Heng mengatakan langkah-langkah itu bagian dari upaya mendorong adopsi kendaraan listrik termasuk potongan biaya atas pembelian mobil dan taksi listrik.

    Singapura juga akan menambah infrastruktur pengisian baterai kendaraan listrik atau SPKLU menjadi 28.000 titik dari total 1.600 pada tahun 2030.

    Selain itu, Menteri Heng juga akan menyisihkan dana perlindungan wilayah pesisir dan banjir dengan suntikan dana sebesar USD 3,6 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.