Segmen LSUV Makin Ramai, Bos Honda Sebut Pangsa Pasar Bisa Naik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New Honda BR-V diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    New Honda BR-V diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Inovasi Bisnis dan Penjualan PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menilai tren Low Sport Utility Vehicle (LSUV) terus meningkat seiring dengan tersedianya infrastruktur jalan antar kota yang memadai. Jika selama ini pangsa pasar LSUV berada di kisaran 20-21 persen, maka bukan tidak mungkin akan meningkat pada tahun ini.

    Apalagi, kata Billy, banyak pemain baru yang mengeluarkan produk-produk unggulan. Sebut saja, Mitsbubishi Xpander Cross dan Suzuki XL7. "Makin baik ya karena banyak pemain baru yang keluarkan produk. Jadi bisa saja naik,"ujarnya.

    Masyarakat Indonesia kata Billy, juga semakin menggandrungi mobil SUV. Khususnya SUV dengan konfigurasi tujuh kursi atau tiga baris.

    "Jadi memang sedikit bergerak ke LSUV ya, karena fitur lebih banyak, bagus, dan lebih nyaman. Maunya satu mobil yang bisa ramai, seven seater dan tiga baris,"ujarnya.

    Semua itu sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia kata Billy. Ole karenanya, tak heran jika ada pergerakan tren dari LMPV ke LSUV.

    "Paling bergeser sedikti lah (saling mengisi) dari LMPV ke LSUV. Karena karakternya mirip, sama-sama mobil keluarga, cuman mungkin ground clearance yang lebih tinggi,"ucap Billy.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.