Virus Corona Ganggu Suplai Suku Cadang, TAM: Stok Cukup 3 Minggu

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anton Jimmy Suwandi, Communication Department Manager PT Toyota-Astra Motor (kiri), Joko Trisanyoto Marketing Director PT TAM, dan Rouli Sijabat PR Manager PT TAM saat menerima penghargaan Top Brand Award 2011 di Jakarta, Rabu (9/2). (Dok. TAM)

    Anton Jimmy Suwandi, Communication Department Manager PT Toyota-Astra Motor (kiri), Joko Trisanyoto Marketing Director PT TAM, dan Rouli Sijabat PR Manager PT TAM saat menerima penghargaan Top Brand Award 2011 di Jakarta, Rabu (9/2). (Dok. TAM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik Toyota di Cina sempat berhenti beroperasi selama beberapa pekan karena wabah virus corona. Baru pekan ini, pabrik sudah mulai beroperasi. Meski demikian, pasokan dari Cina belum lancar.

    "Supply banyak juga dari Thailand dan Vietnam, Indonesia terbantu juga karena lokalisasi kita masih tinggi. Jadi kita masih punya stok yang cukup besar untuk sekitar 2-3 minggu ke depan," kata Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmy Suwandi di Astra Auto Fest 2020, Rabu 19 Februari 2020.

    Ia menambahkan pasokan suku cadang sempat mengalami kosong selama sepekan lebih. Namun, pabrik di Cina masih menjanjikan untuk memenuhi kekurangan tersebut kebutuhan hingga Maret. "Mereka diharapkan bisa kejar produksi, kuncinya di Maret. Kalau kondisi di Cina stabil tentu tidak masalah, tapi kalau ada problem lagi tentu bisa memberatkan," ujarnya.

    Langkah lain bila terjadi keterlambatan dari PT TAM dengan memfokuskan penjualan pada model yang tersedia, serta mulai mencari stok spare part dari negara lain. Ia menyarankan bagi konsumen yang ingin mencari spare part atau membeli mobil sekarang adalah saat yang tepat. "Buat kustomer yang ingin membeli mobil ya sekarang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.