Penurunan Suku Bunga BI Disambut Positif Industri Otomotif

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan kendaraan niaga di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Deretan kendaraan niaga di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku industri otomotif berharap penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia mampu mendorong pembelian kendaraan dan secara simultan membangkitkan pasar dari malaise. 

    Bank Indonesia (BI) menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dari yang sebelumnya sebesar 5 persen. Penurunan dilakukan menyusul fenomena virus corona yang makin meluas.

    Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif penurunan suku bunga acuan yang dilakukan BI. Penurunan tersebut diharapkan mampu menggairahkan pasar industri otomotif nasional.

    "Kami menyambut positif. Dengan penurunan tersebut, kredit kepemilikan mobil juga ikut turun. Hal ini tentunya memacu pertumbuhan industri," ujarnya saat dihubungi Bisnis pada Kamis, 20 Februari 2020.

    Hal serupa juga disampaikan oleh Deputy Director Sales Operation & Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto.

    Menurutnya, penurunan suku bunga acuan akan memberikan dampak positif terhadap pasar otomotif. Penurunan itu, lanjutnya, biasa diikuti dengan penyesuaian dari sisi suku bunga pinjaman bagi konsumen.

    Kariyanto menilai bahwa konsumen yang melakukan pembelian dapat diuntungkan. "Kami berharap dengan penurunan suku bunga acuan ini dapat mendorong pertumbuhan demand di pasar otomotif," tuturnya.

    Kendati demikian, Nangoi mengatakan bahwa penurunan suku bunga acuan merupakan hal biasa, sehingga sudah seharusnya kredit menurun. Namun, dia menambahkan bahwa isu yang beredar memperlihatkan kebijakan tersebut saling tumpang tindih. 

    Sementara itu, berdasarkan catatan Bisnis, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) mengingatkan industri untuk mencermati keputusan BI menurunkan suku bunga acuan sekaligus target pertumbuhan kredit.

    Senior Faculty LPPI Lando Simatupang mengatakan bahwa langkah Bank Indonesia sebagai otoritas moneter terlihat bertolak belakang.

    "Ini agak lucu memang. Otoritas moneter kasih insentif, tetapi juga memangkas pertumbuhan ekonomi dan kreditnya. Namun, kebijakan ini perlu menjadi perhatian bagi semua pihak," kata Lando.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.