Kembaran Wuling Almaz di Thailand Diobral Rp 217 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eskpor perdana Wuling Almaz ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji. Pelepasan ekspor dilakukan di Pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi, 25 September 2019. (Wuling)

    Eskpor perdana Wuling Almaz ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji. Pelepasan ekspor dilakukan di Pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi, 25 September 2019. (Wuling)

    TEMPO.CO, JakartaGeneral Motors telah menjual pabrik perakitan di Tahiland kepada Great Wall Motor. Setelah pengumuman ini, mobil Chevrolet di Thailand didiskon hingga 50 persen, termasuk untuk Chevrolet Captiva yang diimpor dari Wuling Motors Indonesia.

    Dilansir autoindustriya.com, kembaran Wuling Almaz untuk model 2020 itu dijual dengan harga THB 999 ribu (setara Rp 433,4 juta). Dalam cuci gudang itu, dealer memberikan potongan sebesar THB 500 ribu (Rp 216,9 juta). Kini konsumen cukup membayar uang setara Rp 217 juta untuk bisa memboyong Chevroler Captiva terbaru.

    General Motors memutuskan untuk mundur dari Australia dan Selandia Baru serta menghentikan produksi merek Holden pada 2021.

    GM seperti diwartakan Reuters, Senin, 17 Februari 2020, juga menyampaikan bahwa produsen otomotif asal Cina, Great Wall Motor Co Ltd telah setuju untuk membeli pabrik manufaktur GM di Thailand. Transaksi pembelian ini diharapkan selesai pada akhir tahun 2020.

    Langkah GM ini diklaim sebagai upaya untuk mengatur ulang bisnis global ke negara-negara yang lebih menguntungkan seperti Amerika Serikat, Cina, Amerika Latin, dan Korea Selatan. Australia dan Selandia Baru masuk ke negara yang tidak menguntungkan secara bisnis bagi GM.

    Sebelumnya, General Motors juga telah memutuskan untuk menghentikan penjualan Chevrolet di Indonesia mulai awal 2020. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.