UD Trucks Kruzer Sesuai Kebutuhan Konsumen, Tapi Ada yang Kurang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • UD Trucks Kuzer RKE 150 WB 3350 HD yang dipajang di Astra Auto Fest 2020, Astra Biz Center Jumat 21 Februari 2020. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    UD Trucks Kuzer RKE 150 WB 3350 HD yang dipajang di Astra Auto Fest 2020, Astra Biz Center Jumat 21 Februari 2020. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - James Budiarto, pemilik PT Jasa Berdikari Logistik mengaku sedikit kaget menyaksikan UD Trucks Kruzer RKE 150 WB 3350 HD memiliki ukuran lebih lebar dari kompetitor. Awalnya, ia hanya tahu jika Kruzer harganya mahal karena berada di kisaran Rp 300 jutaan untuk model sasis dengan harga on the road. "Ini cocok untuk kebutuhan kargo," katanya.

    James mengaku membeli 13 unit Kuzer dengan 10 unit model boks dan 3 unit bak terbuka. Kendaraan ini akan digunakan untuk distribusi logistik di Jawa Timur untuk pengiriman produk air mineral dan juga di Sulawesi untuk distribusi yang sama. Ia mengaku saat ini perusahaannya memiliki 350 unit armada yang terdiri dari Hino, Isuzu dan UD Trucks.

    Hanya saja, ia sedikit kecewa UD Trucks belum merilis tipe dengan 4 ban. UD Trucks Kruzer RKE 150 WB 3350 HD yang saat ini dijual menggunakan enam ban. Truk enam ban cocok untuk menjadi penggangkut di luar Jawa. Adapun model 4 ban dibutuhkan untuk wilayah Jawa seperti Jakarta dan Surabaya yang membatasi truk enam ban masuk ke dalam kota. "Waktu untuk melewati jalanan perkotaan bagi truk enam ban dibatasi," katanya.

    Bambang Widjanarko General Manager Astra UD Trucks mengatakan sebenarnya UD Trucks memiliki line up dengan 4 ban hanya saja belum masuk Indonesia. Saat ini, UD Trucks masih mempelajari pasar dan potensi jika masuk ke Indonesia. "Kalau masuk Indonesia mungkin satu atau dua tahun mendatang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.