Alasan Wuling Belum Tergiur Menggarap Pasar Crossover

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Almaz terbaru dengan kapasitas 7 penumpang diperkenalkan di Jakarta, 11 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Wuling Almaz terbaru dengan kapasitas 7 penumpang diperkenalkan di Jakarta, 11 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pabrikan mulai menggarap segmen MPV Crossover yaitu Mitsubishi dan Suzuki. Mitsubishi lebih dahulu hadir dengan Xpander Cross yang kemudian disusul Suzuki XL pengembangan dari Suzuki Ertiga. Dua pabrikan asal Jepang menilai pasar SUV dengan tujuh kursi memberikan peluang pasar yang menjanjikan.

    Wuling yang menjadi salah satu pabrikan Cina yang memiliki line up SUV maupun MPV tujuh kursi belum tergiur menggarap pasar tersebut. Di segmen tujuh kursi tersebut, Wuling masih percaya diri dengan dua produknya yaitu Wuling Almaz dan Confero. "Intinya kita masih main di line up itu yaitu MPV dan SUV. Kita masih fokus dengan produk yang ada di line up," ujar Brian Gomgom Media Relation Wuling di Bali, Senin 24 Februari 2020.

    Ia tidak menjawab soal kemungkinan kehadiran model baru untuk menjawab pasar baru tersebut. Menurut dia, Wuling ingin meningkat pasar dari line up tersebut. Penjualan Wuling tahun lalu mencapai 22.433 unit dari kontribusi utama Wuling Almaz dan Wuling Confero. Angka tersebut mengalami peningkatan hingga 5.000 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut menjadi alasan produk bisa diterima konsumen.

    "Kita ingin meningkatkan eksperience dari konsumen di Indonesia. Juga kita tingkatkan layanan soal purna jual," ujarnya.

    Mitsubishi mengembangkan Xpander dengan meningkatkan fitur dan ground clearence untuk menjawab tantangan produk yang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Tak lama kemudian Suzuki meluncurkan Suzuki XL7 dengan harga yang mepet dengan model MPV mulai Rp 230 jutaan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.