Mazda Indonesia Buka Peluang Perakitan di Tanah Air

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mazda2 Facelift 2019. Tempo/Eko Ari Wibowo

    Mazda2 Facelift 2019. Tempo/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Eurokars Motor Indonesia, Agen Pemegang Merek atau APM Mazda masih mengandalkan impor atau Completly Build-Up (CBU) dari Jepang dan Thailand untuk konsumennya di Indonesia. Alasannya mereka belum memiliki pabrik perakitan.

    Sebut saja Hyundai yang secara besar-besaran menanam investasi pembangunan pabrik di Indonesia. Sebelumnya juga ada sederet merek Cina yang sudah lebih dulu. Lantas bagaimana dengan Mazda.

    "Saya belum bisa berkomentar banyak soal itu, tapi kita lihat juga sih ada tendensi ke sana. Sayangnya masih dalam pembahasan yang sangat intensif dari pihak Mazda Corporation,"ujar Head of Public Relations & Media Communications EMI, Fedy Dwi Perilaksono, Senin lalu.

    Meski begitu, Fedy menegaskan bahwa perakitan atau lokalisasi di dalam negeri memang penting. Hanya saja, pembicaraan terkait lokalisasi produk itu belum bisa dibeberkan secara detail.

    Yang pasti kata Fedy, ada banyak pertimbangan yang sedang dipelajari EMI untuk membangun pabrik atau fasilitas produksi di Tanah Air. Hanya saja, soal itu Fedy tidak berani membeberkan.

    "Banyak ya (pertimbangan), tapi untuk yang itu saya beluum bisa komen, karena pembahasannya masih di high level," ujarnya.

    Mazda Indonesia sendiri menargetkan 7.000 unit penjualan pada tahun 2020. Line-up SUV masih menjadi andalan pabrikan asal Jepang tersebut.

    "Target jualan 7.000 unit, naik dari target tahun lalu. Kami juga menawarkan banyak model dan dealer juga terus kita kembangkan,"ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.