Pabrik BMW di Cina Rayakan Produksi yang Ke-3 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, ShenyangBMW Brilliance Automotive (BBA), perusahaan patungan antara BMW Group dan Brilliance China Automotive Holdings Ltd meluncurkan mobil ke-3 juta dari jalur produksi di Shenyang, ibu kota provinsi Liaoning, Cina, Kamis, 27 Februari 2020.

    Anggota Dewan Manajemen BMW yang bertanggung jawab untuk produksi, Milan Nedeljkovic, mengatakan BBA memproduksi 530.000 mobil pada 2019, dan yang ketiga, plug-in hybrid, menunjukkan tekad BMW untuk menggali lebih dalam ke pasar kendaraan energi terbarukan di Cina.

    BBA melanjutkan produksi pabrik Tiexi dan Dadong di Shenyang pada 17 Februari 2020, dengan hampir 20.000 karyawan, termasuk dari pemasoknya yang bekerja di pabrik, kembali bekerja sesuai jadwal.

    Pemerintah daerah telah memberikan serangkaian langkah-langkah pendukung untuk logistik, layanan bus antar-jemput untuk staf dan pembangunan proyek baru untuk memastikan dimulainya kembali pekerjaan dengan lancar, kata Franz Decker, wakil presiden senior teknologi dan pembuatan BBA.

    Cina telah menjadi pasar penjualan terbesar di dunia untuk BMW, yang menjual lebih dari 720.000 mobil pada 2019.

    Produsen mobil Jerman itu telah menginvestasikan lebih dari 52 miliar yuan (setara Rp 105,9 triliun) dan membangun dua pabrik perakitan serta satu pabrik mesin di Shenyang.

    XINHUA | CHINA DAILY


  • BMW
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara