Begini Cara Merawat Lubang Kunci Kontak Sepeda Motor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kunci Mobil Honda NSX. Sumber: motor1.com

    Kunci Mobil Honda NSX. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kunci sepeda motor dengan anak kunci memang mulai ditinggalkan produsen. Hanya tipe sepeda motor untuk segmen entry level yang masih menggunakan anak kunci, adapun segmen di atasnya sudah menggunakan smart key mulai dari Honda, Yamaha, Suzuki hingga Kawasaki. Meski demikian, kunci menjadi perangkat vital untuk menghidupkan mesin.

    Lubang kunci perlu perawatan dan penggunaan yang sesuai. Banyak kasus kunci tidak bisa diputar karena seret atau adanya kotorang menumpuk pada lubangnya. Seperti dikutip dari akun instagram produsen komponen sepeda motor aspira @aspirapremio membagikan beberapa tip untuk merawat lubang kunci:

    1. Rajin menyemprotkan cairan pelumas atau penetran pada lubang kunci untuk menghindari karat maupun kotoran yang bisa menyubat. Ada beberapa kasus lubang kunci tersumbat dan anak kunci tidak bisa diputar bahkan ada yang kunci sampai bengkok.

    2. Lebih halus saat mengeluarkan kunci kontak. Pada saat memasukan dan mengeluarkan kunci kontak bisa membuat aus gerigi pada kunci sehingga kunci longgar. Jika kunci dan lubangnya longgar maka ada kemungkinan nanti jatuh saat dipakai berkendara. Hal ini tentu akan merepotkan karena harus membuat kunci baru jika kunci cadangannya hilang.

    3. Jangan memasang gantungan terlalu berat pada kunci. Gantungan berat tentu akan membebani kunci sehingga bisa membuat lubang menjadi longgar. Selain itu, gantungan yang berat juga bisa menjadi penyebab kunci hilang di jalan saat berkendara. Pakailah gantungan secukupnya sebagai penanda kunci. Jika ada kunci rumah bisa digabung dengan kunci lain bukan gantungan motor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.