Produksi Daihatsu di Indonesia Belum Terdampak Virus Corona

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik Daihatsu (Dok. ADM)

    Pabrik Daihatsu (Dok. ADM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, menyampaikan bahwa hingga saat ini produksi mobil Daihatsu di Indonesia belum terdampak wabah virus corona. “Sampai saat ini produksi masih normal,” kata Amelia kepada Tempo, Senin, 2 Maret 2020.

    Pabrik Daihatsu di Indonesia berdasarkan data produksi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproduksi berbagai jenis kendaraan seperti Daihatsu Gran Max, Ayla, Sigra, Xenia, Luxio, dan Terios.

    Amelia tidak memungkiri bahwa sebagian suku cadang yang dipasok supplier menggunakan bahan baku dari Cina. “Iya ada Tier 2, tapi sedikit,” ujar dia. “Kalau supplier langsung dari Cina tidak ada.”

    Pada Januari 2020, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total produksi kendaraan penumpang dan komersial di Indonesia mencapai 112.655 unit. Angka ini terdiri dari 86.596 unit untuk kendaraan penumpang dan 26.059 unit kendaraan komersial. 

    Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengklaim virus corona belum mengganggu produksi di pabrik. “Tapi kami terus memantau perkembangannya, terutama di tingkat supplier Tier 1 dan Tier 2,” kata Bob saat dihubungi Tempo, Senin pagi, 2 Maret 2020. 

    Menurut Bob, beberapa supplier yang selama ini memasok komponen ke pabrik Toyota di Indonesia menggunakan bahan baku dari Cina. Sementara itu, sejak awal Februari 2020 banyak pabrik otomotif, termasuk pabrik komponen dan yang terkait lainnya, ditutup karena wabah mematikan virus corona. Pabrik-pabrik yang ditutup itu dilaporkan belum seluruhnya beroperasi hingga saat ini. 

    “Kami akan cari sourcing alternatif untuk jangka pendek, jangka panjang jika ekonomis ya lokalisasi,” ujar dia. 

    Produksi mobil Honda di pabrik Karawang hingga saat ini juga diklaim belum terganggu oleh virus corona. Business and Innovation, Sales and Marketing, PT Honda Prospect Motors, Yusak Billy, menyampaikan perusahaan akan terus memantau perkembangan virus corona dan dampaknya terhadap kelancaran pasokan suku cadang ke pabrik. “Hour by hour kami pantau terus informasinya, terutama terkait kelangsungan pasokan suku cadang ke pabrik,” ujar dia kepada Tempo, Senin, 2 Maret 2020. 

    Menurut Billy, komponen yang digunakan pada mobil Honda di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung terdapat part atau material yang didatangkan dari Cina. “Untuk kelancaran supply chain ke depan tentunya banyak langkah yang bisa dilakukan sebagai risk management action,” kata dia. Billy juga mengklaim virus corona belum berdampak pada ekspor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.