Kata Suzuki Soal Harga Jimny Bekas Melebihi Banderol Barunya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Jimny masih menjadi salah satu primadona pengunjung pameran IIMS 2019. Kabarnya mobil ini akan diproduksi di Indonesia. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Suzuki Jimny masih menjadi salah satu primadona pengunjung pameran IIMS 2019. Kabarnya mobil ini akan diproduksi di Indonesia. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, JakartaSuzuki Jimny memang menjadi salah satu mobil yang dicari orang. Di sejumlah situs online dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga produk baru. Setidaknya ada 5-10 unit Jimny generasi terakhir yang dijual di situs belanja online OLX Indonesia dengan harga mulai dari Rp475 juta. Padahal harga baru on the road (OTR) per Februari 2020 berkisar Rp347,5 juta – Rp362 juta.

    PT Suzuki Indomobil Sales menyarankan kepada konsumen lebih jeli dalam membeli Suzuki Jimny. "Kami sih tidak menyarankan kalau konsumen sampai membeli di luar yang harganya upping sampai berapa ratus juta," kata Direktur 4 Wheel PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra kepada Bisnis, Selasa 3 Maret 2020.

    Pasalnya, SIS diketahui hanya mendapat jatah 50 unit perbulan dari prinsipal. Itu karena mobil ini hanya diproduksi sebanyak 5 ribuan unit di Kosai Plant 2 Shirasuka, Shizuoka, Jepang. "Rata-rata kami dapat 50 unit perbulan, kami punya 53 diler berarti 3 diler yang enggak kebagian. Kenapa kami berpikir gitu karena kami maunya konsumen kami yang ada di sabang sampai merauke bisa menikmati produk ini," ucapnya.

    Suzuki Jimny sendiri yang sudah resmi dipasarkan di Indonesia sejak pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Agustus 2019 lalu diklaim memiliki peminat yang tinggi. Mobil 4x4 mungil itu kerap disebut telah mendapat pemesanan ribuan orang di beberapa dealer.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.