DFSK Punya Produk di GIICOMVEC, Pasar Mobil Komersial Menjanjikan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DFSK C35 (Dongfeng)

    DFSK C35 (Dongfeng)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dongfeng Sokonindo atau DFSK, produsen otomotif asal Cina fokus menggarap pasar SUV dan mobil komersial di Indonesia. Langkah tersebut diambil salah satunya dengan alasan masih adanya ceruk yang menjanjikan. "DFSK melihat adanya sebuah pertumbuhan yang cukup konsisten dan ceruk pasar yang cukup cerah untuk kendaraan minibus dan blind van," kata DFSK dalam keterangan tertulis perusahaan, Selasa 4 Maret 2020.

    "Bahkan bila melihat data yang dikeluarkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kedua segmen itu tetap bertumbuh meski secara keseluruhan pasar otomotif nasional mengalami kelesuan hampir 11 persen," katanya.

    Bila dirinci, penjualan minibus komersial pada 2019 sebanyak 18.300 unit dan mengalami pertumbuhan 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian penjualan di kelas blind van mencapai 9.600 unit dan mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 15 persen.

    Pertumbuhan itu memotivasi DFSK untuk melakukan ekspansi bisnis di segmen kendaraan komersial yang sebelumnya baru mencakup di ceruk pikap ringan. Peluang DFSK untuk masuk dan mengembangkan bisnis di segmen Minibus dan Blind Van semakin terbuka lebar karena tidak banyaknya pemain di kedua segmen itu. DFSK juga dikabarkan akan menghadirkan mobil van baru dalam pameran GIICOMVEC 2020.

    Menurut survei internal DFSK, penggunaan Minibus oleh konsumen Indonesia bisa menjadi dual purpose. Yang pertama, konsumen perseorangan menggunakan kendaraan minibus sebagai kendaraan penumpang sebanyak 60 persen dan sisanya 40 persen digunakan untuk keperluan angkut barang.

    Lain halnya dengan konsumen corporate atau perusahaan, sebanyak 60 persen minibus digunakan untuk keperluan mengangkut barang dan 40 persen sebagai kendaraan penumpang.

    Berbeda dengan model Blind Van yang memang ditujukan untuk mendukung kelancaran berbagai bisnis di Indonesia. Penggunaan blind van bisa digunakan untuk mendukung bisnis logistik, food beverage, ambulance, ekspedisi, social car, dan berbagai kebutuhan lainnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.