Toyota Akan Merakit Mobil Hybrid di Indonesia pada 2022

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Camry Hybrid di Toyota Mega Web, Odaiba, Tokyo, Jepang, 26 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Toyota Camry Hybrid di Toyota Mega Web, Odaiba, Tokyo, Jepang, 26 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Toyota Astra Motor (TAM) dan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan akan merakit mobil hybrid secara lokal di Indonesia mulai 2022. Saat ini, Toyota masih mengandalkan pasokan mobil hybrid dari Thailand dan Jepang diantaranya, Toyota Camry Hybrid, C-HR hybrid, dan Alphard Hybrid. 

    "Toyota juga berencana untuk memulai produksi model kendaraan elektrik hibrida (HEV) di Indonesia pada tahun 2022. Model HEV produksi lokal tersebut akan ditujukan tidak hanya untuk pasar domestik, namun juga untuk pasar ekspor," dalam keterangan tertulisnya, Kamis 5 Maret 2020.

    Adapun tahun ini, Toyota memperbanyak pilihan model kendaraan elektrik hibrida (Hybrid Electric Vehicle – HEV) untuk pasar Indonesia, juga akan menambah pilihan kendaraan elektrifikasi lain seperti kendaraan elektrik baterai (Battery Electric Vehicle - BEV) dan kendaraan elektrik hibrida colok (Plug-in Hybrid Vehicle - PHEV). Pada saat yang sama, 

    Toyota akan terus melakukan upaya untuk mempersiapkan pasar dengan terus-menerus meningkatkan kesadartahuan publik tentang kendaraan elektrifikasi. Hal ini merupakan bagian dari komitmen dan kontribusi Toyota terutama dalam mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat implementasi teknologi elektrifikasi di Indonesia.

    Toyota Indonesia berkomitmen untuk mengambil bagian dalam upaya menyebarluaskan kendaraan elektrifikasi seperti BEV, PHEV, dan HEV, termasuk di dalamnya rantai suplai dari komponen-komponen utama kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kondisi di Indonesia dengan mempertimbangkan keunggulan dan tantangan dari masing-masing teknologi.

    Sebelumnya, Toyota mendukung aktivitas Riset dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi bersama dengan 6 universitas di Indonesia yang diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Dalam aktivitas tersebut, Toyota menyediakan alat riset berupa 18 unit mobil (6 Prius HEV, 6 Prius PHEV, dan 6 Corolla mesin bakar internal), data loggers, peralatan pengisian daya, dan asistensi teknikal.

    Indonesia merupakan salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan serta komponen Toyota yang penting di Asia Pasifik. Toyota dan perusahaan-perusahaan grup Toyota di Indonesia memproduksi kendaraan dengan kandungan lokal tinggi di level 75 persen hingga 95 persen serta melakukan ekspor produk-produk otomotif berupa kendaraan utuh (Completely Built-Up – CBU), kendaraan terurai (Completely Knock Down – CKD), mesin bensin dan etanol, komponen, serta alat bantu produksi ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Pasifik, dan Timur Tegah. Produksi lokal dan ekspor berkontribusi pada neraca perdagangan yang positif serta mendukung perkembangan industri dan ekonomi.

    Perusahaan-perusahaan dalam Grup Toyota berkomitmen untuk mendukung popularisasi kendaraan elektrifikasi termasuk di dalamnya BEV, PHEV, dan HEV dengan melakukan kerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk menciptakan permintaan pasar. Toyota berharap dapat mendukung target pemerintah Indonesia dalam upaya mewujudkan udara yang lebih bersih melalui penurunan emisi dan mengurangi impor minyak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.