Honda Jepang Siapkan SUV Baru Lawan Berat Suzuki Jimny

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Render SUV baru Honda yang akan menjadi pesaing Suzuki Jimny. Sumber: bestcarweb

    Render SUV baru Honda yang akan menjadi pesaing Suzuki Jimny. Sumber: bestcarweb

    TEMPO.CO, JakartaHonda telah mulai menyiapjan generasi baru SUV kompak yang akan menjadi model global. SUV baru ini akan menjadi line up di bawah HR-V untuk menggarap segmen SUV kompak yang sedang booming secara global. Adapun Honda HR-V generasi berikutnya disebut-sebut akan memiliki bodi yang lebih bongsor dengan panjangnya sekitar 4,4 meter. Hal ini memungkinkan lebih banyak ruang dan memberikan kenyamanan bagi penumpang.

    Menurut situs Bestcar yang mengulas otomotif, SUV kompak Honda yang baru akan memiliki panjang dibawah 4 meter dan menjadi kompetitor bagi Toyota Raize dan Suzuki Jimny. Model ini akan menggunakan basis yang sama dengan sedan City gen terbaru termasuk berbagi mesin dan perangkat interior lainnya, sehingga harga Honda baru ini bisa kompetitif.

    SUV kompak Honda awalnya akan hadir dengan sejumlah pilihan mesin. Ada dua opsi powertrain bensin, dimulai dengan mesin turbo-bensin 1,0 liter yang kini digunakan Honda City. Mesin kedua untuk SUV ringkas ini adalah mesin bensin 1.5 liter yang dapat datang dengan sistem hybrid kompak Honda, yang sekarang dikenal sebagai e-HEV. Honda juga dapat menyertakan opsi mesin diesel, tergantung pada pasar di mana SUV tersebut dijual.

    Pada April 2018, SUV kompak baru dari Honda ini kemungkinan besar akan menjadi salah satu dari dua SUV pasar massal global baru; yang kedua adalah versi empat meter plus untuk menyaingi SUV seperti Hyundai Creta, Nissan Kicks, dan Kia Seltos yang sekarang mulai populer di pasar negara berkembang seperti Amerika Selatan, Rusia, dan Indonesia.

    AUTOCAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.