Begini Teknologi Terbaru Bus Listrik Scania untuk Transjakarta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus listrik Transjakarta yang disuplai United Tractors sebagai distributor Scania. TEMPO/Wira Utama

    Bus listrik Transjakarta yang disuplai United Tractors sebagai distributor Scania. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT United Tractors sebagai distributor Bus Scania menjalin kerja sama dengan PT Transjakarta untuk pengembangan bus listrik jenis opportunity charging di Indonesia.

    "Bentuk kerja samanya itu, Pemerintah DKI Jakarta atau Transjakarta harus menyiapkan infrastruktur (charging), karena bus kami bukan overnight charging tapi opportunity charging," ujar Direktur PT United Tractors Tbk, Loudy Irwanto Ellias di GIICOMVEC 2020 Sabtu 7 Maret 2020.

    Bus Opportunity Charging itu, kata Loudy modelnya adalah pengisian daya di sejumlah titik pada jalur Bus yang telah ditentukan. Bus Listrik merek Scania itu nantinya akan berhenti di halte-halte, kemudian bus akan diisi daya selama beberapa menit. "Jadi modelnya stop and go di beberapa halte,"ujarnya.

    Adapun alasan memilih bus listrik opportunity charging yaitu jumlah muatan yang banyak karena tempat baterainya tidak banyak. "Penumpang bisa lebih banyak dibandingkan kalau pakai baterai besar yang overnight charging itu. Casnya bisa semalaman,"ujarnya.

    Loudy tidak merinci jenis bus listrik apa yang akan masuk tersebut. Namun, dia menyebut bahwa bus ini salah satu line up dari Scania yang belum tersedia di Indonesia, tapi sudah terpakai di sejumlah negara, termasuk Swedia. "Scania electric bus yang belum ada di sini, mungkin tahun depan,"ujarnya.

    Bus listrik opportunity charging sendiri diketahui memiliki posisi socket atau colokan di bagian atas bus sehingga butuh infrastruktur khusus. Model ini relatif berbeda dengan bus listrik overnight charging yang memiliki soket pengisian di bagian samping atau di tempat-tempat yang mudah terjangkau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.