Sejumlah APM Klaim Sudah Punya Rencana untuk Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemilik motor listrik melakukan pengisian baterai di Stasiun Pengisian Cepat Baterai Kendaraan Listrik milik ABB yang ada di Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT di kawasan Puspiptek Serpong, Banten, Sabtu, 7 September 2019. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Sejumlah pemilik motor listrik melakukan pengisian baterai di Stasiun Pengisian Cepat Baterai Kendaraan Listrik milik ABB yang ada di Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT di kawasan Puspiptek Serpong, Banten, Sabtu, 7 September 2019. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) mengklaim sudah memiliki sejumlah opsi terkait dengan pengembangan mobil listrik di Indonesia.

    Hal ini dilakukan meski perusahaan saingannya, PT Toyota Astra Motor (TAM) sudah lebih dulu memboyong mobil listrik ke Indonesia sejak lama.

    Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan, dan Pemasaran HPM Yusak Billy menyatakan pihaknya bakal melakukan langkah secara cepat terkait dengan mobil listrik.

    “Sekarang kami punya banyak opsi dan akan melakukan action secara cepat dengan memilih solusi dan waktu yang terbaik untuk konsumen berdasarkan kondisi pasar dan perkembangan teknologi,” kata Billy kepada Bisnis, Senin, 9 Maret 2020. 

    Kendati demikian sampai saat ini HPM masih belum memboyong mobil listrik ke Indonesia. Billy mengatakan HPM masih mempelajari terus penerapan teknologi elektrifikasi yang cocok dengan kebutuhan Indonesia.

    Dia menyatakan hal ini bukan terkait dengan insentiv dari pemerintah. Menurut dia langkah pemerintah sudah tepat dengan mengeluarkan sejumlah regulasi terkait mobil listrik, salah satunya, Peraturan Peraturan Presiden (Perpres) N0.55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik.

    “Sejauh ini kebijakan permerintah positif untuk mendukung kesiapan pasar. Banyak kebijakan yang meringankan konsumen dalam memiliki kendaraan elektrifikasi,” tutur Billy.

    Billy pun meyakinkan bahwa pihaknya bakal memboyong kendaraan listrik Honda ke Indonesia bila waktunya sudah tepat. HPM, lanjut dia, bakal terus menunggu petunjuk teknis dari pemerintah terkait dengan mobil listrik ini.

    Senada, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga mengaku belum akan membawa kendaraan listrik ke Indonesia. Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menyatakan pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksaan dan teknis soal aturan mobil listrik di Indonesia.

    “Belum ada juklak, jadi belum tahu incentive detailnya,” kata Amelia kepada Bisnis, Senin, 9 Maret 2020. 

    Di sisi lain PT Toyota Astra Motor mengaku bakal menambah jajaran mobil terelektrifikasi, mulai dari model hybrid electric vehicle (HEV) hingga battery electric vehicle (BEV) pada 2020 ini. Hanya saja Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmy Suwandi masih enggan untuk membeberkan rincian jajaran mobil listrik Toyota.

    Sejauh ini Toyota sudah mulai menjual mobil listrik. Tercatat pada 2019 Toyota berhasil menjual sebanyak 692 unit mobil listrik.

    “Iya Toyota akan melengkapi line up BEV dan PHEV, detailnya belum bisa saya info,” kata Anton kepada Bisnis, Senin, 9 Maret 2020. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara