Peduli Lingkungan, Michelin Akan Hilangkan Pembungkus Plastik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur Michelin Indonesia Steve Vette saat di wawancara di restoran di kawasan Jakarta Selatan, Selasa 10 Maret 2020. TEMPO/Wira Utama

    Presiden Direktur Michelin Indonesia Steve Vette saat di wawancara di restoran di kawasan Jakarta Selatan, Selasa 10 Maret 2020. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Michelin Indonesia berencana mengurangi penggunaan plastik dalam setiap produksinya. Termasuk plastik pembungkus ban baru pada kendaraan roda dua.

    "Plastik itu tidak mempengaruhi kualitas ban. Toh pada kenyataannya yang dibungkus itu hanya untuk uukuran dan tipe tertentu," kata Head of Consumer and Marketing Product Michelin Indonesia, Roslina Komalasari di Jakarta Selatan, Selasa, 10 Maret 2020.

    Untuk ban dengan aplikasi ekstrim saja, kata Roslina senisal ban motor 250 cc ke atas itu sudah tidak menggunakan pembungkus ban. Dia menambahkan bahwa ide ini berangkat dari DNA Michelin yang peduli dengan isu lingkungan. Itulah kenapa kami menjajaki pengurangan pengunaaan plastik.

    Meski demikian, dia belum memastikan kapan kebijakan itu diterapkan. Ia enggak mau gegabah, kata dia. Michelin Indonesia juga tidak ingin hanya dibilang keren karena tidak menggunakan plastik. "Kita harus pro aktiv memberikan edukasi ke konsumen," ujarnya.

    Saat ditanya lebih lanjut, apa saja penghambat kebijakan itu sehingga belum diterapkan. Roslina mengaku masih ingin mempelajari sekaligus memastikan kebijakan ini sudah siap. Dia juga membantah kekhawatiran, bahwa tanpa penggunaan pembungkus, produk Michelin bisa lebih gampang ditiru atau imitasi.

    "Saya belum pernah dengan ban palsu. Tapi kalau kita lihat dari sisi produksi ban itu bukan sesuatu yang gampang ditiru. Kita gak tahy yang lain, tapi kalau konsumen Michelin gampang kok mengenali yang asli. Kita tidak takut soal itu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.