Mau Berpetualang Tak Perlu Bawa Tenda, Bisa Pakai Hotel Mini

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hitch Hotel. Sumber: motor1.com

    Hitch Hotel. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang memiliki hobi menjelajah untuk merasakan petualangan dan menikmati alam bebas dengan berkemah. Namun Anda sedikit dibuat repot jika ingin membangun tenda, apalagi untuk mendirikan tenda harus memilih lokasi yang pas. Namun kini para petualang dimudahkan dengan adanya Hitch Hotel yang memiliki ukuran mini.

    Hitch Hotel ini dapat dibawa ke mana saja cukup ditempelkan atau dikaitkan pada bagian belakang mobil. Hotel imut ini memiliki roda sehingga tidak akan menyulitkan saat akan dipindah.

    Hitch Hotel. Sumber: motor1.com

    Soal spesifikasi tentang Hitch Hotel, para desainer telah hadir dengan solusi sederhana untuk memperluas jangkauan mereka bahkan lebih. Sementara Hitch Hotel sudah cukup kompak, menambahkan roda memungkinkan kendaraan yang lebih kecil pada dasarnya menarik ruang mobil, tanpa khawatir tentang batasan beban dan batasan trailer di berbagai negara. Dengan Hotel Hitch Anda tidak repot-repot membeli apapun karena sudah ada kit roda yang pada dasarnya menggantikan sistem lift di bawahnya. Stabilitas tambahan dari kedua roda juga bisa diandalkan mulai membawa lebih banyak barang di Hitch Hotel itu sendiri.

    Setelah Anda menemukan tempat yang bagus untuk menyandarkan Hitch Hotel Traveler, itu sesederhana melepas kaitan unit, memutarnya ke tempatnya, dan memperluas unit cukup dengan ditarik. Konsep yang cukup rapi.

    Hitch Hotel dilengkapi dengan ventilasi atap dan dua jendela untuk ventilasi, port USB, dan soket lampu 12V. Lebih banyak opsi penerangan dan daya, serta pendingin ruangan, akan segera tersedia.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara