Bos Tesla: Kecelakaan di Jalan Lebih Berbahaya dari Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Chief Executive Elon Musk, saat memperkalkan truk pick up listrik Cybertruck milik saat diperkenalkan untuk pertama kalinya.Truk listrik Cybertruck diharapkan produksinya akan dimulai sekitar akhir tahun 2021.Tesla/Handout via REUTERS

    Tesla Chief Executive Elon Musk, saat memperkalkan truk pick up listrik Cybertruck milik saat diperkenalkan untuk pertama kalinya.Truk listrik Cybertruck diharapkan produksinya akan dimulai sekitar akhir tahun 2021.Tesla/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas lebih berbahaya dan mengancam lebih banyak kematian daripada virus corona baru (COVID-19) yang tengah melanda dunia. Hal tersebut disampaikan untuk memberikan semangat kepada pegawainya.

    Dalam memo tertulis, Musk mengatakan kepada segenap karyawan SpaceX bahwa kemungkinan meninggal karena COVID-19 lebih kecil daripada kecelakaan lalu lintas. Namun ia tidak merinci berapa jumlah kematian karena kecelakaan lalu lintas. Di Amerika Serikat, terdapat lebih dari 1.600 kasus virus corona baru dengan 40 orang meninggal dunia.

    The New York Times yang mengutip pejabat kesehatan, mewartakan jika penyebaran corona tidak segera dibendung, sekira 160 juta hingga 214 juta orang Amerika mungkin terinfeksi. Ini bukan pertama kalinya Musk menganggap enteng COVID-19.

    Dalam sebuah cuitan pekan lalu, dia mengatakan bahwa kepanikan karena corona adalah hal bodoh. "Viralitas COVID-19 dilebih-lebihkan karena tanggal diagnosis yang menyatu dengan tanggal kontraksi dan perkiraan berlebihan yang terus bermunculan. Jika terus memperkirakan secara berlebihan, maka virus itu akan melebihi yang diketahui alam semesta," kata dia.

    "Tingkat fatalitas juga sangat berlebihan. Karena sangat sedikit alat tes, mereka yang meninggal dengan gejala pernapasan diuji untuk COVID-19, tetapi mereka yang bergejala ringan justru tidak. Prevalensi virus corona dan pilek jenis lain dalam populasi masyarakat sangat tinggi," kata Musk.

    Di sisi lain, terlepas dari pendapat Elon Musk, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakannya COVID-19 sebagai pandemi. Secara global, telah menginfeksi lebih dari 132.500 orang di 123 negara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.