Ini yang Ditunggu Mercedes-Benz Sebelum Hadirkan Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes-Benz meluncurkan model CLA 250e, CLA 250e Shooting Brake, dan GLA 250e. Ketiganya dibekali teknlogi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). (Mercedes-Benz)

    Mercedes-Benz meluncurkan model CLA 250e, CLA 250e Shooting Brake, dan GLA 250e. Ketiganya dibekali teknlogi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). (Mercedes-Benz)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia memastikan akan segera menghadirkan mobil listrik setelah ada petunjuk teknis atas Peraturan Pemerintah (PP) No. 73 Tahun 2019. Deputy Director Sales Operation & Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan aturan pemerintah terkait dengan insentif mobil listrik akan menjadi landasan bagi Mercedes-Benz untuk menentukan langkah ke depan.

    "Kami akan ikuti karena insentif pemerintah untuk mobil listrik, kan, baru berlaku pada 2021, tetapi kabarnya tahun ini keluar aturan pelaksanaan dari Kementerian Perindustrian dan sebagainya. Seharusnya tahun ini sudah mulai persiapan," ujarnya di Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.

    Dia pun mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa pada 2021 Mercedes-Benz akan meluncurkan mobil listrik. Namun, merek asal Jerman ini masih memperhitungkan setiap langkah secara cermat.

    "Karena kami maunya begitu masuk, kami benar-benar serius untuk garap segmen tersebut karena dari sisi persiapan baik man power, tools itu juga kan memerlukan investasi," tuturnya.

    Meski kompetitor BMW telah mengembangkan mobil listrik, Kariyanto menegaskan bahwa Mercedes-Benz tidak merasa tertinggal. Menurutnya, perencanaan matang dalam pengembangan mobil listrik bakal berdampak positif, baik kepada pabrikan maupun pelanggan.

    "Kami fokusnya bukan kejar-kejaran siapa yang duluan. Namun, bagaimana kami benar-benar meyakinkan bahwa ketika kendaraan tersebut diluncurkan, kami sudah siap secara ekosistem pendukung, mulai dari sales dan after sales. Karena, orientasi kami adalah keberlanjutan dari bisnis itu sendiri," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara