BMW Indonesia Mungkin Saja Lokalkan Mobil PHEV, Begini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, JakartaBMW Indonesia membuka peluang untuk memproduksi mobil listrik model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia apabila pasar di segmen tersebut terus berkembang.

    Communication Director BMW Group Indonesia Jodie O’Tania mengatakan pembahasan mengenai perakitan model PHEV telah masuk ke dalam perencanaan, tetapi belum sampai ke tahap final. 

    "Namun, apabila market terus berkembang dan skema bisnisnya masuk dalam perhitungan bisnis BMW, kami mungkin bisa menghadirkan produksi lokal," tuturnya saat ditemui di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020. 

    Jodie menilai pasar mobil listrik di Indonesia belum terbentuk, sehingga masih membutuhkan edukasi intensif terkait dengan manfaat penggunaan mobil listrik. Faktor itu menjadi acuan bagi BMW untuk dapat melakukan produksi di dalam negeri.

    Dia menambahkan PHEV menjadi model paling memungkinkan untuk diluncurkan mengingat kesiapan infrastruktur di Indonesia. 

    "Yang jelas itu langkahnya ke arah PHEV. Kami memang mau menuju ke arah elektrik, tetapi secara infrastruktur kami melihat bahwa plug-in hybrid yang lebih mumpuni," katanya. 

    Jodie pun memastikan bahwa BMW bakal meluncurkan model tersebut ke Indonesia pada tahun ini. Sebelumnya, BMW berencana meluncurkan mobil listrik bertepatan dengan penyelenggaraan Formula E, yang batal diselenggarakan karena virus corona atau COVID - 19.

    "Tunggu saja tanggal mainnya, kami akan bawa meskipun Formula E ditunda," ujar Jodie.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.