Toyota Indonesia Koordinasi untuk Antisipasi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengecatan mobil di Pabrik Karawang Plant II, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016.

    Pengecatan mobil di Pabrik Karawang Plant II, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini, Senin, 16 Maret 2020, mengatakan akan membahas langkah yang menyangkut pekerjaan di kantor pusat maupun pabrik terkait virus corona. Langkah ini untuk menindaklanjuti imbauan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi yang salah satunya untuk bekerja dari rumah terkait virus corona.

    “Hari ini kami bahas bagaimana mengimplementasikannya,” kata Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT TMMIN saat dihubungi Tempo, Senin, 16 Maret 2020.

    Menurut Bob, sejak beberapa pekan terakhir TMMIN telah melakukan beberapa langkah untuk meminimalisasi penyebaran virus corona di lingkungan kantor pusat maupun di pabrik. Di antaranya adalah mengurangi kegiatan dan pergerakan orang atau pekerja, meniadakan meeting dan kegiatan di luar kantor, termasuk gathering.

    Bob menambahkan bahwa saat ini produksi di pabrik masih berjalan dengan normal meski dihantui virus corona. “Produksi aman, tapi yang menjadi fokus kami saat ini adalah bagaimana membantu pemerintah untuk menjaga agar virus corona tidak menyebar,” ujar dia.

    Sementara itu, PT Toyota Astra Motor, Agen Pemegang Merek Toyota di Indonesia, menyampaikan akan membahas penanganan terkait COVID-19. "Hari ini masih masuk seperti biasa untuk koordinasi mengenai COVID-19," ujar Direktur Pemasaran PT TAM, Anton Jimmi Suwandy. 

    "Salah satu opsinya adalah bekerja dari rumah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.