Virus Corona, Pameran Otomotif GIIAS Surabaya 2020 Ditunda

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GIIAS Surabaya 2019. (GIIAS)

    GIIAS Surabaya 2019. (GIIAS)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi menunda pameran kendaraan GIIAS Surabaya karena virus corona. Pameran ini semula akan akan digelar pada 20-29 Maret 2020 di Grand City Convex, Surabaya. Demikian pernyataan resmi Gaikindo yang diterima Tempo, Senin, 16 Maret 2020.

    Dalam keterangan resminya, penundaan pameran GIIAS Surabaya 2020 didasarkan pada status COVID-19 yang telah menjadi pandemi global dan perkembangannya yang semakin meluas di Tanah Air. Gaikindo juga menyatakan bahwa penundaan GIIAS Surabaya mengacu pada keputusan pemerintah, bahwa pandemi Covid-19 adalah bencana non alam.

    Hal lain yang menjadi pertimbangan panitia adalah adanya arahan kementerian-kementerian terkait yang telah melarang untuk mengadakan perjalanan keluar kota dan menghadiri acara yang melibatkan banyak orang. Di Jawa Timur, juga telah dikeluarkan kebijakan yang meliburkan seluruh kegiatan sekolah. “Penyelenggaraan pameran GIIAS Surabaya 2020 akan kami tunda hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Gaikindo.

    Keputusan ini diambil, berdasarkan pertimbangan matang Gaikindo sebagai bentuk upaya dan langkah konkrit untuk mencegah meluasnya penularan COVID-19, yang merupakan bagian dari force majeure nasional. Saat ini, Gaikindo berkomitmen untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan dari para peserta pameran, pengunjung pameran, serta masyarakat umum.

    Gaikindo percaya bahwa menunda penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2020 merupakan langkah terbaik untuk melindungi semua pihak. Gaikindo mengharap dukungan penuh dari seluruh pihak untuk mengambil tindakan pencegahan dan mendahulukan kesehatan dan keselamatan bersama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.