Virus Corona, Hino dan Daihatsu Tetap Buka Diler dan Bengkel

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hino Ranger dengan panjang 12 meter diluncurkan di GIICOMVEC 2020, 5 Maret 2020. (Hino)

    Hino Ranger dengan panjang 12 meter diluncurkan di GIICOMVEC 2020, 5 Maret 2020. (Hino)

    TEMPO.CO, JakartaHino dan Daihatsu menyatakan layanan penjualan dan purnajual masih berjalan normal di tengah pandemi virus corona (COVID - 19). Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Santiko Wardoyo, mengatakan pabrikan Hino di Purwakarta, Jawa Barat, masih memproduksi kendaraan bermotor dan komponen. Sementara itu, bengkel dan dealer juga terus beroperasi melayani konsumen.

    "Sejauh ini, pelayanan kepada konsumen, seperti bengkel dan dealer masih tetap berjalan. Sebab, kalau harus tutup repot. Namun, kami juga tetap menerapkan protokol keselamatan bagi pekerja," ujarnya kepada Bisnis, Selasa 17 Maret 2020.

    Santiko mengatakan upaya itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Hino untuk melayani konsumen agar dapat terus menerima layanan, baik penjualan maupun purnajual. Dia pun berharap pandemi virus corona segera usai, sehingga aktivitas ekonomi kembali berjalan normal.

    Senada dengan Hino, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga tetap menjalankan layanan dealer dan bengkel demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM, mengklaim kedua layanan tersebut masih berjalan normal di tengah merebaknya virus corona. "Ya, masih berjalan normal seperti biasa," tuturnya.

    Dia menambahkan kebijakan itu berlaku di semua outlet Daihatsu di seluruh Indonesia. Pelayanan itu dilakukan kepada pelanggan yang datang ke showroom ataupun ke bengkel untuk mendapatkan layanan perbaikan.

    Di sisi lain, kata Santiko, virus corona secara langsung memberi efek negatif bagi penjualan mobil niaga. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Hino pada Januari 2020 turun 46,84 persen dibandingkan Januari 2019.

    Dia pun belum memiliki strategi penjualan untuk menghadapi tantangan di awal tahun ini. Menurutnya, mewabahnya virus corona membuat sejumlah agen pemegang merek (APM) tergagap-gagap menghadapi kendala tersebut.

    "Kami melihat memang pasarnya turun. Apalagi, imbauan untuk tidak keluar rumah juga ikut memberatkan. Intinya, kami tetap keep in touch dengan pelanggan," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.