Hyundai Dikabarkan Siapkan MPV Baru Lawan Toyota Innova

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai MPV Hexa Space concept. Sumber: rushlane.com

    Hyundai MPV Hexa Space concept. Sumber: rushlane.com

    TEMPO.CO, New Delhi - Hyundai sedang menyiapkan kendaraan Multi Purpose Vehicle atau MPV kelas menengah untuk bersaing dengan Toyota Innova di India. Namun, belum informasi detil soal rencana Hyundai tersebut.

    Seperti dilansir dari Rushlane, Managing Director dan CEO Hyundai Motor India Ltd, SS Kim menyatakan bahwa Hyundai masih sangat hati-hati mempelajari kelayakan bermain di segmen MPV. Namun dia tak menampik bahwa Hyundai sedang berpikir untuk menghidupkan kembali mobil-mobil dengan konfigurasi tujuh kursi itu.

    Namun Kim enggan memberikan kisaran harga atau posisi Hyundai MPV yang akan hadir tersebut. Tahun 2012, produsen kendaraan asal Korea Selatan ini pernah meluncurkan konsep MPV crossover kompak di Auto Expo, yakni Hexa Space (HND 7).

    Mobil dengan pengaturan tempat duduk tujuh kursi dan inovatif ini didukung untuk masuk ke produksi massal. Mobil ini digadang-gadang bersaing dengan Suzuki Ertiga dan Toyota Innova. Namun, seiring berkembangnya skenario pasar dan preferensi Hyundai yang bergeser ke arah crossover SUV, rencana itu tertunda..

    Meski demikian, awal tahun 2020 ini tampaknya Hyundai sedang dalam tahapan menghiduokan kembali rencana tersebut. Ide itu sebenarnya dianggap masuk akal mengingat Suzuki Ertiga telah mencatatkan angka penjualan yang mengesankan di India.

    Selain itu, koalisi dagang Hyundai, yakni Kia yang menjual Kia Carnival juga disebut telah membuktikan bahwa banyak peminat di pasar MPV premium. Mobil ini bersaing ketat dengan Toyota Innova bahkan di segmen MPV premium. Ceruk bisnis ini bisa menjadi rujukan Hyundai.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.