Ojek Online Sulit WFH, 15 Cara Pencegahan Corona bagi Pengemudi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan aturan perlindungan keselamatan dan perhitungan tarif ojek online (ojol) akan berlaku paling lambat pekan depan. Tempo/Tony Hartawan

    Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan aturan perlindungan keselamatan dan perhitungan tarif ojek online (ojol) akan berlaku paling lambat pekan depan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Imbauan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah karena wabah corona dianggap mustahil bagi pengemudi ojek online. Oleh karena itu Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) mengeluarkan protokol untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19 tersebut.

    "Imbauan work from home (WFH) tidak mungkin berlaku untuk ojol, karena ojol bukan bekerja di belakang meja, tapi pekerja sektor informal, mereka di lapangan,"ujar Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua atau Garda, Igun Wicaksono saat dihubungi Tempo, Rabu, 18 Maret 2020.

    Ada 15 poin protokol yang telah dikeluarkan. Langkah ini kata Igun, merupakan bagian dari upaya gerak cepat untuk mencegah penyebaran covid-19 pada pengemudi dan penumpang ojek online.

    "Jadi kami sebatas menyampaikan agar aplikator juga menerbitkan juga protokol kesehatan bagi para mitra nya,"ujarnya.

    Selain itu, asosiasi pengemudi ojek online ini juga menyarankan kepada para penumpang pelanggan ojol yang rutin menggunakan jasa ojol agar mulai membawa helm SNI pribadi. Alasannya, mencegah penyebaran kuman atau bakteri dari helm yang dipakai secara bergonta-ganti antara penumpang satu dengan yang lain.

    "Kalau bisa gunakan tas khusus helm, demi keamanan dan kenyamanan penumpang,"ujarnya.

    Berikut 15 daftar protokol ojol dari Gabungan Aksi Roda Dua untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang sudah menelan 19 korban jiwa per jam 12.00, Rabu, 18 Maret 2020.

    1. Gunakan masker kesehatan/bedah ataupun masker seni N-95.

    2. Menggunakan helm SNI yang berpenutup wajah.

    3. Gunakan sarung tangan bersih higienis.

    4. Gunakan atribut lengkap tertutup.

    5. Tutupi bagian leher dengan buff atau syal.

    6. Gunakan sepatu tertutup dan kaus kaki.

    7. Upayakan membawa hand sanitizer dan sabun cair yang mengandung antiseptik.

    8. Lindungi keluarga di rumah dengan menyiapkan disinfektan untuk mencuci atribut dan perlengkapan lain.

    9. Atribut ojol jangan langsung masuk ke dalam rumah, cuci dengan disinfektan.

    10. Upayakan rajin minum vitamin tambahan untuk menambah imunitas.

    11. Jaga kebersihan makanan dan minuman sehat.

    12. Rajin cuci tangan dengan sabun cair mengandung antiseptik.

    13. Hindari kontak dengan terduga COVID-19.

    14. Siapkan plastik atau kantong khusus untuk menyimpan uang kertas atau logam.

    15. Cek kesehatan jika mengalami gejala flu dan batuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara