Render Honda Fit Wagon Pesaing Toyota Prius

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Render Honda Fit Wagon. Sumber: response.com

    Render Honda Fit Wagon. Sumber: response.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Honda telah meluncurkan Honda Fit 4 atau di Indonesia dikenal sebagai Honda Jazz. Model ini ternyata tidak akan masuk list untuk dipasarkan di Indonesia. Di Jepang, Honda Fit 4 mengadopsi sejumlah teknologi terkini mulai dari hybrid hingga Honda Sensing yaitu sistem keamanan di mobil Honda.

    Honda Jepang tidak berhenti di situ, mereka kini sedang menyiapkan pengembangan dari Honda Fit dengan model wagon dengan nama Shuttle. Hanya saja, model baru ini masih berupa rumor yang dikabarkan akan hadir pada sekitar musim panas 2021.

    Menurut Spyder7, Model baru omo akan menggunakan sistem hybrid dengan motor ganda e: HEV, yang merupakan perubahan besar dari motor hybrid tunggal motor Sport HYBRID i-DCD yang dipasang pada model saat ini. Langkah tersebut dikatakan bahwa itu akan menjadi kendaraan yang meningkatkan efisiensi bahan bakar, performa hingga pengendalian yang lebih stabil dengan platform baru.

    Dan kali ini, Spyder7 telah merilis rendering dari Shuttle baru, tetapi tampaknya itu akan menjadi desain agresif yang secara signifikan berbeda dari tampilan elegan dari Fit 4 baru. Pada bagian depan dan gril termasuk bumper, sangat menarik bahwa ada tiga desain grill V-motion besar, yang dapat dikatakan sebagai khas dari Nissan.

    Untuk lampu depan, rumah lampu depan yang tajam dengan mengadopsi lampu LED tipe empat lensa. Pada lampu LED daytime running dengan bentuk-C yang misterius, dan di bawahnya dilengkapi dengan lampu lebar horizontal sebagai lampu kabut LED.

    Dari tampilan bodi dengan memperluas pilar-A dan pilar-C terlihat seperti gaya hatchback mirip dengan Toyota Prius.

    Soal powertrain, Honda Shuttle menggunakan mesin yang sama dengan Fit 4 yang baru, e: HEV yang dilengkapi dengan mesin 4 silinder segaris 1,5L dan sistem motor ganda untuk mengejar efisiensi bahan bakar yang tinggi.

    CREATIVE TREND


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.