Dibayangi Corona, Penjualan Lexus Indonesia Tumbuh 20 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lexus LM350. Sumber: carscoops.com

    Lexus LM350. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona mewabah sejak Januari 2020. Pabrik-pabrik otomotif dan lainnya di Wuhan, Cina, ditutup sejak Tahun Baru Imlek. Penutupan pabrik otomotif juga diikuti di negara tetangga seperti di Korea Selatan dan Jepang. Kini, penutupan pabrik otomotif menjalar ke Eropa dan Amerika Serikat seiring dengan meluasnya wabah virus corona.

    Di Indonesia, Lexus Indonesia yang berada di bawah naungan PT Toyota Astra Motor (TAM), mengklaim belum terganggu oleh wabah virus corona. Seluruh model Lexus yang dipasarkan di Indonesia merupakan import secara utuh (completely built up) dari Jepang. 

    General Manager Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja, mengklaim penjualan pada Januari dan Februari 2020 naik 20 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Hingga saat ini seluruh aktivitas Lexus global maupun di Indonesia masih berlangsung normal,” ujar Adrian kepada Tempo beberapa waktu lalu.

    Lexus Indoneisa, dia melanjutkan, akan terus memantau perkembangan kondisi terkait virus corona, termasuk di lingkungan Lexus Gallery di Indonesia. “Kami meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan comprehensive sanitizing dan disinfecting di seluruh Lexus Gallery secara intensive,” kata dia.

    “Setiap konsumen yang dayang juga harus melalui pemeriksanaan suhu badan yang ketat. Itulah yang membuat mereka nyaman karena merasa aman.”

    Adrian juga menyatakan bahwa Lexus Indonesia akan membawa sejumlah produk baru tahun ini. Satu di antaranya adalah Lexus LM350 7 seater dan 4 seater. “Rencananya produk itu akan dikirim ke konsumen mulai Juni 2020,” ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara