Produsen Otomotif Dunia Buat Ventilator, Begini Kata Gaikindo

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung GIIAS 2019 ramai mengunjungi booth Mitsubishi, Sabtu, 27 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Pengunjung GIIAS 2019 ramai mengunjungi booth Mitsubishi, Sabtu, 27 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan otomotif global akan mendukung penanganan virus corona. Keterlibatan sukarela itu terutama diarahkan dalam produksi peralatan medis, khususnya ventilator yang kebutuhannya meningkat seiring pertumbuhan jumlah pasien positif virus corona.

    General Motors Co dan Ford Motor Co di Amerika Serikat siap untuk membantu produksi ventilator, sedangkan di Italia ada Ferrari dan Fiat Chrysler menyatakan hal serupa.

    Terkait hal itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku belum mendapat arahan dari pemerintah terkait produksi ventilator. Apalagi, jelasnya, kebutuhan akan alat medis tertentu belum begitu signifikan.

    "Prinsipnya enggak sampai sejauh itu, karena kami mengikuti alur dari pemerintah, sampai saat ini belum ada permintaan dari pemerintah," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, Jumat 20 Maret 2020.

    Apalagi, lanjut Yohannes terdapat perbedaan kondisi sektor otomotif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dia mengatakan di Indonesia tak banyak manufaktur otomotif, seperti halnya di Negeri Paman Sam. "Karena kami lebih banyak assembling, walaupun manufaktur ada tapi hanya beberapa merek saja. Sampai saat ini belum ada permintaan dari pemerintah," ujarnya.

    Menurut dia perlu ada diskusi antara Agen Pemegang Merek (APM) dan pihak prinsipal terkait dengan produksi ventilator oleh industri otomotif. "Tapi kalau sudah mengarah ke sana, tentu semua akan bisa dibicarakan," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.