Nissan Indonesia Setop Produksi, di Inggris Berhenti Beda Sebab

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah merakit mobil Nissan di Pabrik Nissan di Sunderland Inggris, 10 Oktober 2019. REUTERS/Phil Noble

    Pekerja tengah merakit mobil Nissan di Pabrik Nissan di Sunderland Inggris, 10 Oktober 2019. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, JakartaNissan Indonesia menyatakan untuk menghentikan produksi kendaraannya. Nissan Indonesia akan lebih fokus pada penjualan dan layanan purnajual. Hal ini setelah Nissan global mengalami krisis keuangan dan penjualan yang kurang moncer.

    Langkah penghentian produksi juga dilakukan Nissan di Inggris. Penyebabnya dikarenakan adanya gangguan rantai pasokan dan penurunan permintaan, dan mempengaruhi sektor otomotif negara itu sejauh ini.

    Pabrik Sunderland Nissan di Inggris menghasilkan hampir 350 ribu dari 1,3 juta mobil Inggris tahun lalu, memproduksi model Qashqai, Juke dan LEAF.

    "Langkah-langkah lebih lanjut saat ini sedang dipelajari karena kami menilai gangguan rantai pasokan dan penurunan tiba-tiba permintaan pasar yang disebabkan oleh darurat COVID-19," kata Nissan dalam sebuah pernyataan.

    Pembuat mobil Jepang itu juga mengatakan suspensi akan mulai 20 Maret dan berjalan sampai 6 April. Nissan mengatakan tidak ada kasus yang dikonfirmasi dari COVID-19 di setiap fasilitas Nissan.

    Sementara itu, alasan Nissan untuk menghentikan sementara produksi di pabrikan Amerika Serikat adalah untuk meningkatkan upaya pengendalian virus corona baru (COVID-19).

    Tak hanya Nissan, sejumlah pembuat mobil lainnya juga mengumumkan penutupan sementara. Pabrik mobil Ellesmere Port milik Vauxhall di Inggris utara juga akan ditutup pada Selasa hingga 27 Maret ketika pihak perusahaan induk Peugeot berencana untuk menutup lokasi di seluruh benua untuk menangani krisis.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.