Jaguar Land Rover dan Bentley Bantah Mundur dari Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • COO Bentley Jakarta Roland Staehle dan Brand Director Bentley Jakarta Dhani Yahya memperkenalkan Bentley Continental GT generasi ketiga di Showroom Jakarta Selatan, Kamis 22 Februari 2018. Tempo/Eko Ari Wibowo

    COO Bentley Jakarta Roland Staehle dan Brand Director Bentley Jakarta Dhani Yahya memperkenalkan Bentley Continental GT generasi ketiga di Showroom Jakarta Selatan, Kamis 22 Februari 2018. Tempo/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wahana Auto Ekamarga, importir umum yang menaungi merer Jaguar, Land Rover, dan Bentley membantah kabarnya yang menyebutkan akan hengkang dari Indonesia akibat lesunya penjualan. Rania Shamlan, PR & Marketing Manager PT Wahana Auto Ekamarga, memastikan pihaknya masih beroperasi seperti biasa. Adapun, beberapa kegiatan dihentikan sementara akibat meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19. "Kami tidak undur diri dari Indonesia," kata Rania saat dikonfirmasi Bisnis, Senin 23 Maret 2020, di Jakarta.

    Sementara itu, lanjutnya, aktivitas penjualan dari ketiga merek tersebut juga masih beroperasi dengan sejumlah langkah antisipasi agar meminimalisir penyebaran virus di area showroom. Sebelumnya, rumor hengkangnya merek supercar dari Indonesia santer terdengar dari sejumlah pemain di segmen tersebut.

    Sebelumnya, Presiden Direktur PT Prestige Image Motorcars Rudy Salim mengatakan bahwa pada tahun ini sejumlah merek mobil di segmen premium berencana hengkang dari Indonesia akibat penjualan yang lesu dan nilai tukar rupiah yang fluktuatif. "Iya benar. Untuk merek saya tidak enak menyebutkan. Nanti akan kelihatan," kata Rudy, Kamis 27 Februari 2020.

    Hal serupa juga diungkapkan oleh General Manager Lexus Indonesia Andrian Tirtadjaja. Dia mengaku telah mendengar kabar bahwa sejumlah merek mobil premium akan hengkang dari Indonesia. Kendati demikian, baik Rudy maupun Adrian sama-sama enggan berkomentar lebih jauh terkait brand apa yang akan hengkang tersebut.

    "Semoga tidak ada lagi merek premium yang mundur supaya pasar mobil mewah indonesia semakin menarik karena kaya akan cita rasa yang berbeda-beda dari para pemain," tutur Adrian.

    Rudy menyebut tingginya pengenaan pajak penjualan barang atas barang mewah (PPnBM) terhadap mobil mewah turut menjadi pemicu penjualan mobil mewah lesu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara