Corona: Dealer Mobil di Cina Sudah Buka, Penjualan Belum Normal

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah dealer mobil BMW di pusat kota Shanghai (7/9). Cina merupakan pasar mobil terbesar di dunia, tahun ini, sekitar 10 juta mobil terjual, naik 500 persen dibanding tahun 2000. Foto: REUTERS/Nir Elias

    Sebuah dealer mobil BMW di pusat kota Shanghai (7/9). Cina merupakan pasar mobil terbesar di dunia, tahun ini, sekitar 10 juta mobil terjual, naik 500 persen dibanding tahun 2000. Foto: REUTERS/Nir Elias

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir 91 persen dari dealer mobil baru di Cina telah mulai beraktivitas normal, meskipun pandemi Coronavirus masih berlangsung. Meski dealer sudah membuka penjualan lalu lintas pengunjung di showroom baru mencapai 53 persen dari tingkat normal.

    Lalu lintas showroom sangat bervariasi di antara merek-merek mobil, sesuai dengan Asosiasi Dealer Otomotif Cina, yang melihat 8.393 dealer waralaba di seluruh Republik Rakyat.

    Autonews Eropa melaporkan, dealer yang dioperasikan khusus karena merek Cina melaporkan tingkat lalu lintas showroom terendah, yaitu 35 persen dari apa yang dibandingkan kondisi normal tahun ini. Namun dealer yang menjual merek Eropa atau Jepang buatan Cina lebih tinggi 54 persen dari tingkat normal.

    Pada saat yang sama, 9,2 persen dari dealer waralaba tetap ditutup hari ini karena belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah, yang mengharuskan bisnis untuk menyediakan pelanggan dan karyawan dengan perlindungan yang sama.

    Adapun penjualan mobil penumpang ritel turun 47 persen di Cina selama paruh pertama Maret, karena pandemi menghentikan sebagian besar kegiatan konsumen dan bisnis di seluruh negeri.

    "Beberapa kota mendorong orang untuk kembali ke kehidupan normal, namun, kepercayaan konsumen terhadap pembelian mobil kemungkinan tidak akan kembali normal sebelum akhir Maret," dalam penjelasan Asosiasi Mobil Penumpang Cina.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.