Rupiah Melemah, Harga Mobil Akan Dikoreksi 2 Bulan Mendatang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja berpose di depan Lexus LC 500. Mobil sport mewah ini diluncurkan untuk pasar Indonesia dengan harga Rp 4,290 miliar. Jakarta, 26 Juli 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja berpose di depan Lexus LC 500. Mobil sport mewah ini diluncurkan untuk pasar Indonesia dengan harga Rp 4,290 miliar. Jakarta, 26 Juli 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaPelemahan nilai tukar rupiah atau mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus terjadi mempengaruhi biaya produksi hingga impor dari luar negeri. General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja mengatakan akan melakukan penyesuaian harga dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

    "Memang pelemahan rupiah ini tidak terelakan dan mau tak mau kami akan melakukan penyesuaian harga sebentar lagi. Mungkin dalam waktu 1 - 2 bulan lagi," tuturnya saat dihubungi Bisnis, Senin 23 Maret 2020.

    Langkah itu, kata dia, tidak memengaruhi pasar, khususnya untuk segmen kendaraan premium atau mobil mewah. Menurutnya, konsumen untuk segmen pasar itu lebih stabil. Konsumen mobil premium dinilai tidak akan menjadikan kenaikan harga mobil sebagai preferensi utama dalam membeli kendaraan baru.

    "Pada dasarnya segmen premium merupakan segmen yang cukup stabil karena mereka tidak price sensitive. Mereka juga sangat well educated karena mereka juga adalah pelaku bisnis," ucapnya.

    Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan dampak melemahnya rupiah terhadap dolar akan sangat berpengaruh terhadap industri otomotif. Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menjelaskan tingkat penggunaan dollar AS dan mata uang lainnya setiap APM berbeda satu sama lain.

    "Terus tetang pelemahan nilai rupiah sangat berpengaruh. Besar kecilnya tergantung dari masing-masing merek," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.