Wabah Corona Mereda di Wuhan, Pabrik Peugeot Kembali Beroperasi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peugeot Logo (netcarshow.com)

    Peugeot Logo (netcarshow.com)

    TEMPO.CO, Beijing - Pabrikan asal Prancis, Peugeot SA, bersama mitra usaha di Cina, Dongfeng Motor Group, telah memulai kembali produksi mobil di pabriknya di kota Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona di Cina, Reuters, Kamis, 26 Maret 2020. Usaha patungan ini juga membuat mobil dari dua pangkalan manufaktur lainnya di Chengdu dan Xiangyang.

    Sebelumnya, Wuhan menjadi daerah terparah dihantam virus corona. Kota ini mengalami lockdown hingga dua bulan dan membuat industri berhenti operasi. Banyak pabrikan dunia memiliki pabrik perakitan di kota ini, mulai dari Honda, Peugeot, Renault, Toyota, General Motors, Fiat Chrysler, dan sebagainya. 

    Lima hari lalu, Deputi Gubernur Hubei, Cao Guangjing memberikan lampu hijau kepada perusahaan otomotif yang berbasis di Wuhan, Cina, untuk membuka kembali pabriknya. Keputusan ini dikeluarkan setelah kota itu dinilai pulih dari wabah virus corona

    Seperti dilansir dari Kantor Berita Xinhua, Cao menyebut bahwa rantai industri nasional dan global yang terkait dengan mata pencaharian orang, diizinkan untuk melanjutkan operasi. Tak terkecuali Kota Wuhan yang dikenal sebagai kota industri otomotif sekaligus pusat penyebaran virus corona baru.

    Kota Wuhan disebut sudah memungkinkan untuk kembali memproduksi mobil dan suku cadang. Cao mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan di Wuhan sangat penting bagi rantai industri.

    Jika tidak beroperasi dalam waktu yang panjang, maka akan berdampak besar terhadap keberlangsungan ekonomi negara. Kata Cao, mulai 21 Maret 2020, perusahaan yang tidak termasuk dalam "daftar negatif," wabah corona dapat memulai kembali aktivitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.