New York Lockdown, Penjualan Mobil di AS Anjlok 80 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang berjalan melalui Times Square yang hampir kosong, selama wabah penyakit virus Corona (COVID-19) di New York City, AS, 19 Maret 2020. [REUTERS / Lucas Jackson]

    Orang-orang berjalan melalui Times Square yang hampir kosong, selama wabah penyakit virus Corona (COVID-19) di New York City, AS, 19 Maret 2020. [REUTERS / Lucas Jackson]

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan mobil di Amerika Serikat diperkirakan akan turun 80 persen setelah perintah lockdown untuk meredam penyebaran virus corona, kata para analis seperti dilaporkan Reuters, Rabu, 25 Maret 2020. 

    Penjualan ritel mobil hingga 22 Maret menurun 22 persen secara nasional dibanding tahun lalu dan sebanyak 40 persen di beberapa kota di Pantai Barat AS, menurut analisis oleh perusahaan riset JD Power berdasarkan data dari toko-toko dealer di seluruh negeri.

    "Kami berharap untuk melihat dampak yang jauh lebih luas dari pembatasan ini minggu depan dengan penjualan menurun 80 persen atau lebih," kata Tyson Jominy, wakil presiden data dan analitik JD Power.

    Tyson mengatakan New York khususnya, pasar yang sejauh ini terbukti cukup tangguh, diperkirakan akan berubah secara dramatis selama sepekan mendatang.

    New York pada 20 Maret memerintahkan sekitar 19 juta penduduk negara bagian untuk tinggal di rumah sebagai upaya meredam penyebaran virus corona. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.