Cegah Corona, Suzuki Terapkan WFH dan Layanan Home Service

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mekanik Suzuki. (Suzuki)

    Ilustrasi mekanik Suzuki. (Suzuki)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pasien positif terinfeksi  virus corona (COVID-19) bertambah menjadi 790 orang pada Rabu, 25 Maret 2020. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 58 orang, dengan jumlah yang sembuh 31 orang. Jumlah pasien ini terus mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. 

    Terkait wabah corona, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah menerapkan beberapa langkah untuk mengurangi penyebaran virus mematikan itu. Salah satunya adalah dengan menerapkan bekerja dari rumah (work from home). 

    "Kami sudah mulai work from home (bekerja dari rumah) untuk beberapa bagian mulai 13 Maret 2020," kata Donny Saputra, Direktur Pemasaran 4W SIS kepada Tempo, Kamis, 26 Maret 2020. "Kami berupaya untuk terus menambah jumlah karyawan untuk bekerja dari rumah."

    Perusahaan, kata Donny, telah menyiapkan kebijakan untuk karyawan terkait wabah virus corona. Di antaranya adalah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan. Menunda bepergian ke luar negeri dan ke luar kota, baik dari perusahaan maupun pribadi. Menunda semua aktivitas training dan gathering, scan tubuh untuk karyawan dan pengunjung kantor Suzuki. "Untuk meningkatkan imunitas, kami memulai senam setiap pagi sebelum memulai kerja di kantor," ujarnya. 

    Untuk konsumen, lanjut dia, Suzuki juga menyediakan layanan home service. Layanan ini memungkinkan untuk melakukan perbaikan di rumah konsumen. "Silakan menghubungi Halo Suzuki di nomor 0800-1100-800 untuk memanfaatkan layanan ini," kata dia. 

    Mekanik, ujar dia, akan melakukan diagnosa apakah mobil bisa diperbaiki di rumah atau perlu dibawa ke bengkel terdekat. "Untuk waktu respons tergantung dari kepadatan atau jumlah penelepon, kami akan selalu berusaha maksimal untuk memberiikan pelayanan terbaim kepada konsumen setia Suzuki," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.