Toyota Indonesia Siapkan Skenario Antisipasi Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses perakitan Toyota Sienta di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016. TEMPO/Fery Firmansyah

    Proses perakitan Toyota Sienta di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016. TEMPO/Fery Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi wabah virus corona. Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam menyampaikan bahwa karyawan di kantor pusat TMMIN saat ini sudah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home).

    "Kami sudah menerapkan work from home sekitar 75 persen karyawan, tinggal 25 persen karyawan masuk untuk critical process seperti pembayaran dan sebagainya," kata Bob Azam kepada Tempo, Kamis, 26 Maret 2020. 

    Bob mengklaim bahwa perusahaan akan mematuhi instruksi atau himbauan pemerintah terkait penanganan virus corona. Untuk aktivitas pabrik, lanjut dia, perusahaan sudah memiliki skenarion Business Continuity Plan (BCP), yang telah disusuh sewaktu ada avian influenza (flu burung) beberapa waktu lalu. "Tentu dengan beberapa pembaruhan disesuaikan dengan wabah saat ini (corona)," ujar dia. 

    Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini akan memaksimalkan promosi dan marketing melalui digital communication untuk meredam penyebaran virus corona.

    TAM meluncurkan Toyota Agya facelift secara virtual pada pekan lalu setelah virus corona merabak di Jakarta. "Layanan bengkel tetap berjalan untuk mendukung konsumen yang membutuhkan," kata dia. 

    Sementara itu, melemahnya rupiah setelah corona mewabah juga menjadi perhatian Toyota Indonesia. Hal ini terkait dengan nilai jual di tingkat konsumen. "Pasar otomotif masih akan kami cek dan monitor. Kami akan evaluasi sampai akhir Maret ini dampak virus corona terhadap kurs rupiah seperti apa," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.