Yogyakarta Antispasi Pemudik Bawa Corona, Begini Caranya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengukur suhu tubuh calon penumpang di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Jumat, 6 Maret 2020. Sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), saat ini PT KAI Daop VI Yogyakarta meningkatkan berbagai pelayanan seperti mengintensifkan pembersihan fasilitas stasiun, pemasangan antiseptik untuk membasuh tangan hingga pengecekan suhu tubuh penumpang. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Petugas mengukur suhu tubuh calon penumpang di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Jumat, 6 Maret 2020. Sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), saat ini PT KAI Daop VI Yogyakarta meningkatkan berbagai pelayanan seperti mengintensifkan pembersihan fasilitas stasiun, pemasangan antiseptik untuk membasuh tangan hingga pengecekan suhu tubuh penumpang. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengantisipasi penularan corona yang potensial dibawa para pemudik berbagai daerah menjelang lebaran nanti. Antisipasi dan pemantauan difokuskan di terminal–terminal kedatangan bus.

    “Sampai saat ini pantauan dari Terminal Induk Giwangan Yogya tidak ditemukan arus bus yang membawa pemudik,” ujar Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi Kamis 26 Maret 2020.

    Meski demikian, Heroe mengatakan pihaknya sudah mewanti-wanti pengelola terminal kota agar tidak melayani arus mudik. Begitu juga untuk kendaraan pribadi, ujar Heroe, sedang dipantau ketat keberadaannya.

    “Saat ini di Jogja arus lalu lintas 30-40 persen dari kondisi normal. Dan arus mudik sedang kami pantau keberadaannya,” ujarnya.

    Sementara arus kedatangan melalui kereta api, ujar Heroe, sedang dilakukan pemantauan seberapa banyak yang telah melakukan pembatalan.

    “Sebab informasinya banyak terjadi pembatalan mudik setelah wabah Corona ini meluas,” ujarnya.

    Heroe memastikan sudah mengantisipasi untuk mengawasi para pemudik dengan membentuk gugus tugas di tingkat kecamatan dan kelurahan.

    “Jajaran camat dan lurah juga sudah kami minta untuk mengkoordinasikan sampai jajaran RT dan RW,” ujar Heroe.

    Heroe mengatakan jajaran kecamatan sampai RT itu sudah diminta untuk memantau warga yang baru datang dari luar kota atau yang mudik.

    Para pemudik itu harus dipastikan untuk menjalani pemeriksaan di puskesmas terdekat.

    “Jadi kami memberdayakan seluruh jajaran RW dan RT serta elemen Jogo Warga, yaitu unsur yang ikut menjaga ketenteraman di wilayah kampung,” ujarnya.

    Heroe mengatakan pengawasan itu dilakukan, karena dari data yang dimiliki pemerintah kota posisi warga yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini selalu berasal dari atau usai bepergian dari luar kota.

    “Bahkan kalau kota Yogya mau belajar dari Italia, begitu Milan di-lockdown banyak pekerjanya mudik dan menjadi carier (pembawa) yang menyebarkan di kampung halamannya,” ujarnya.

    Kondisi inilah yang diwaspadai untuk Kota Yogyakarta. Agar semuanya merasakan kenyamanan. Warga nyaman karena yang pulang dari luar kota atau mudik itu sudah diperiksa dan sudah tahu menyikapinya agar melakukan tindakan pencegahan agar tidak menjadi carier (virus corona),” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.